Rabu, 8 April 2026

Dijuluki 'Mulyono Jilid II', Begini Tanggapan Dedi Mulyadi

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi sebutan atau julukan 'Mulyono Jilid II' yang disematkan kepadanya.

Editor: Sigit Nugroho
Foto arsip 2 Mei 2025, Tribunjabar.id/Hilman Kamaludin
TANGGAPAN DEDI MULYADI - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi sebutan atau julukan 'Mulyono Jilid II' yang disematkan kepadanya. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kerap membagikan aktivitasnya turun dan bertemu langsung dengan masyarakat.

Hal itu membuat netizen menilai bahwa aktivitas Dedi Mulyadi di masyarakat memiliki gaya politik yang serupa dengan Joko Widodo (Jokowi).

Walhasil, sejumlah netizen pun menyebut Dedi Mulyadi dengan julukan 'Mulyono Jilid II'.

Gaya blusukan membuat Jokowi raih poularitas hingga bisa menaiki anak tangga pimpinan eksekutif, dari Wali Kota Solo, Gubernur Jakarta hingga Presiden Indonesia dua periode mulai 2014 sampai 2024.

Lantas, sejumlah netizen menduga, Dedi Mulyadi akan mengikuti langkah Jokowi.

Dedi Mulyadi menilai, sebutan tersebut disematkan oleh orang-orang yang selalu memerhatikan segala aktivitasnya.

"Setelah bisa melewati masa-masa sulit, menyelamatkan anak remaja di Jawa Barat dari berbagai problem kriminal yang dialaminya melalui pendidikan disiplin di barak militer, kini berbagai pihak mulai mengepung kembali," kata Dedi Mulyadi, Senin (19/5/2025).

Baca juga: Begini Jawaban Tegas Dedi Mulyadi saat Pendidikan Siswa Bermasalah di Barak Militer Dikritik KPAI

"Dengan berbagai stigma, sebagai Gubernur Konten, 'Mulyono Jilid II', Gubernur Pencitraan dan berbagai tayangan lainnya, yang sengaja dibuat dengan tujuan cuma satu, karena mereka sangat memperihatikan saya," jelas Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi menyebut, netizen yang memberikan pandangan dan komentar buruk soal dirinya, bukan berasal dari Jawa Barat.

Dedi Mulyadi menerangkan bahwa mereka adalah buzzer yang memang memiliki tujuan untuk menjelek-jelekkan dan menciptakan citra buruk tentang dirinya.

Dedi juga mengungkit soal videonya saat sedang mengaduk semen yang sedang viral kembali.

Gara-gara video tersebut, Dedi Mulyadi ramai disebut sebagai Gubernur Pencitraan.

Padahal menurut Dedi Mulyadi video tersebut direkam sekitar 6 tahun lalu.

Baca juga: Dedi Mulyadi Mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, Ada Maksud Apa?

"Apapun yang saya lakukan dikomentari, dan ini dilakukan oleh orang di luar Jawa Barat, artinya banyak warga di luar Jawa Barat kesal sama saya," terang Dedi Mulyadi.

Meski mendapatkan serangan dan sebutan negatif, Dedi Mulyadi mengaku tidak masalah.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved