Ibadah Haji

Cuaca Panas di Arab Saudi Mencapai 41 Derajat, Jemaah Haji Dibekali Oralit

Cuaca panas ekstrem di Arab Saudi pada musim Haji 2025 ini, membuat para jemaah harus waspada dengan resiko dehidrasi. 

Tribunnews/Anita K Wardhani
WASPADA DEHIDRASI - Tim Emergency Sektorhaji sedang menangani jemaah haji yang mengalami heatstroke. Tim medis ini tergabung dalam Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Tahun 2025 suhu di Arab Saudi mencapai 41 derajat 

WARTAKOTALIVE.COM - Cuaca panas ekstrem di Arab Saudi pada musim Haji 2025 ini, membuat para jemaah harus waspada dengan resiko dehidrasi

Jemaah haji yang tiba di Madinah disambut cuaca gurun yang panas.

Suhu di Madinah disebut mencapai 41 derajat Celsius.

Dengan kelembaban rendah dan paparan sinar matahari yang tinggi, akan berdampak pada kesehatan yakni meningkatkan risiko dehidrasi dan heatstroke terutama bagi jemaah yang tidak terbiasa dengan cuaca panas.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kesehatan mengimbau jamaah untuk rutin mengonsumsi oralit, minimal satu sachet per hari, dan membawa air minum saat beraktivitas di luar ruangan. 

Selain itu, jemaah disarankan menggunakan pelindung diri seperti topi, payung, dan masker kain lembab untuk melindungi saluran pernapasan dari udara kering.

Baca juga: Prabowo Subianto Mengaku Sudah Lobi-lobi Putra Mahkota Arab Saudi untuk Tekan Biaya Haji

"Kami berharap jamaah dapat menjaga kesehatan dengan baik agar dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan khusyuk," ujar dr. Jumiati, salah seorang petugas PPIH Kesehatan. 

Pentingnya Oralit, Apa Manfaatnya untuk Jemaah Haji?

PPIH Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Bandara membagikan oralit kepada jamaah haji Indonesia yang baru tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, pada Minggu (4/5/2025). 

Terlihat dr. Jumiati Satrul dan dr. Magda Lusiana membagikan oralit kepada jamaah dari Kloter 8 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG-08) yang baru tiba melalui jalur fast track. 

Mereka menyasar terutama jemaah lanjut usia yang rentan mengalami kekurangan cairan tubuh.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah dehidrasi akibat suhu panas ekstrem di Tanah Suci.

"Oralit merupakan cairan yang mengandung air, gula, dan garam dengan takaran tepat. Fungsinya untuk mencegah dehidrasi, terutama pada lansia," ujar dr. Jumiati di Bandara Madinah.

Dokter spesialis penyakit dalam asal Sulawesi Selatan ini menjelaskan bahwa oralit memiliki beberapa manfaat penting bagi jamaah haji. 

Baca juga: Inilah Keistimewaan Haji Akbar 2025 yang akan Dialami Para Jemaah

Pertama, oralit dapat menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang akibat aktivitas fisik dan cuaca panas ekstrem.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved