Selasa, 21 April 2026

Perayaan Idulfitri

Daya Beli Masyarakat Selama Ramadan dan Perayaan Idulfitri 2025 Turun, Celios: Bukti Ekonomi Lesu

Lembaga ekonomi Celios melihat ekonomi nasional saat ini sedang lesu, mengakibatkan daya beli masyarakat pada Idulfitri menurun.

Editor: Valentino Verry
tribunnews/Mario Christian Sumampow
DAYA BELI MELEMAH - Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda. Dia menyatakan, daya beli masyarakat menjelang dan selama Lebaran 2025 cenderung melemah dibanding Lebaran tahun lalu. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Momen bulan Ramadan dan perayaan Idulfitri menjadi kesempatan buat dunia usaha mendongkrak omzet.

Sebab pada momen itu ada tambahan uang berupa tunjangan hari raya (THR) yang diyakini bisa mendongkrak daya beli masyarakat.

Apa yang terjadi pada momen Ramadan dan perayaan Idulfitri tahun ini? Apakah perputaran uang melonjak? 

Center of Economic and Law Studies (Celios) melakukan survei terkait hal itu.

Baca juga: Stimulus Ekonomi hingga BHR Ojol Diyakini Tingkatkan Daya Beli Masyarakat Jelang Lebaran

Menurut Direktur Ekonomi Celios Nailul Huda, momen Ramadan dan perayaan Idulfitri 2025 tak sesuai harapan.

 Yang terjadi adalah pelemahan daya beli masyarakat, sebagai bukti bahwa ekonomi nasional sedang tak baik-baik saja.

Menurut Huda, ada beberapa indikator penyebab melemahnya daya beli masyarakat saat ini. 

Misalnya, karena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang marak terjadi. 

Baca juga: Tinjau Pasar Induk Tanah Tinggi, Mendagri: Inflasi Terkendali, Daya Beli Masyarakat Masih Terjaga

Pada Januari 2025, terjadi penurunan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) hingga 0,4 persen (month-to-month) dibandingkan IKK Desember 2024.

"Situasinya cukup anomali. Jika kita mengacu pada periode 2022 hingga 2024, biasanya terjadi kenaikan IKK di bulan Januari karena ada optimisme konsumen di awal tahun," katanya dikutip dari Tribunnews.com.

"Kondisi keyakinan konsumen melemah juga terjadi di bulan Februari 2025," imbuhnya.

Data lainnya juga menunjukkan hal yang serupa di mana ada penurunan angka Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Januari 2025.

Baca juga: Kenaikan UMP 2025 Banyak Bawa Dampak Positif, Pengamat: Dongkrak Daya Beli Masyarakat

Pada Desember 2024, angka IPR sebesar 222 poin dan angka IPR turun menjadi 211,5 di Januari 2025.

"Jika kita tengok pergerakan di Desember 2023 ke Januari 2024 masih bergerak positif. Artinya, konsumen yang tidak yakin akan perekonomian tahun 2025, mendorong penjualan eceran kita juga turun," ucapnya.

"Akibatnya, daya beli masyarakat kian terperosok di awal tahun 2025," imbuh Huda.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved