Perundungan

Miris, Siswi MTS Negeri Babel Cidera Tulang Ekor Gegara Candaan Teman 

Siswi di MTs Negeri Manggar Belitung Timur, tersebut mengalami cidera di tulang ekornya akibat candaan teman sekelasnya

zoom-inlihat foto Miris, Siswi MTS Negeri Babel Cidera Tulang Ekor Gegara Candaan Teman 
Istimewa
KORBAN PERUNDUNGAN - Kapolda Babel Irjen Pol Drs Hendro Pandowo (kaus putih) membesuk Amel (12), siswi MTs Negeri Manggar Belitung Timur, yang mengalami cidera di tulang ekornya akibat candaan teman sekelasnya. (dok. Istimewa)

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Malang nian nasib remaja bernama Amel (12) di Bangka Belitung (Babel), mengalami perundung atau bullying di sekolah.

Siswi di MTs Negeri Manggar Belitung Timur, tersebut mengalami cidera di tulang ekornya akibat candaan teman sekelasnya. 

Hal ini membuat sekujur tubuhnya lumpuh dan tak bisa bergerak pada saat itu juga. Insiden pada 22 Januari 2025 itu, bak mengubah kehidupan Amel dalam sekejap.

Dia menjerit kesakitan, hingga dilarikan oleh pihak sekolah ke rumah sakit. 

Tak sampai di situ, selama 10 hari Amel berjuang untuk bisa sembuh dari rasa sakitnya namun hasil medis pun tak mampu menolong.

Dia terus mengeluh sakit pada punggung hingga kakinya. 

Baca juga: Diduga Lakukan Perundungan ke Adik Kelasnya, Lima Siswa Senior Dikeluarkan dari SMAN 70 Jakarta

Orangtua Amel, Asis (41) dan Sartika (40) sempat pasrah dengan kondisi anaknya.

Padahal menurut Asis, sosok Amel bukanlah remaja yang banyak tingkah, bahkan anaknya justru lebih banyak diam. 

Jika di rumah, sang anak akan membantu Asis dan Sartika dalam beraktivita, misalnya membereskan rumah atau memasak.

Begitupula di sekolah, kata Asis, anaknya juga tak pernah bertengkar dengan siswa lainnya.   

"Dia anak yang pintar," kata Asis pada Jumat (7/2/2025). 

Asis menyebut, Amel didiagnosa mengalami retak pada bagian tulang ekor hingga terjadi pergeseran.

Sang ayah pun, memutuskan tak bisa bekerja untuk memastikan kondisi anaknya setiap harinya di rumah sakit di Bangka Belitung, namun, Asis terus mendengar sang putri kesakitan.   

Sementara itu, biaya pengobatan yang begitu berat membuatnya pun kalang kabut. Ia dan istri begitu kesulitan menghadapi kondisi Amel.

Baca juga: Mahasiswi Untar Tewas Bunuh Diri di Kampus, Polisi Telusuri Dugaan Bullying

Sejumlah rumah sakit di Bangka Belitung juga tak mampu menangani kondisi Amel karena terkendala peralatan medis. 

"Ada enam rumah sakit yang dihubungi untuk rujukan, tapi macam-macam kendalanya, ada soal ruang perawatan yang penuh," jelasnya. 

Namun tidak pernah disangka, Asis dan Sartika, kondisi Amel memantik perhatian Kapolda Babel, Irjen Pol Drs Hendro Pandowo M.Si.

Tepat pada Jumat (31/1/2025) usai 10 hari dirawat di rumah sakit, orang tua Amel dihubungi Kapolda. 

Saat itu, Asis sedang mengalami kesulitan ekonomi untuk biaya pengobatan sang anak.

Dia pun sempat menggalang donasi untuk membantu proses kesembuhan Amel dan pertolongan pun datang dari Kapolda Babel. 

Dari sosok Irjen Pol Drs Hendro Pandowo inilah, dibantulah proses kesembuhan Amel secara penuh.

Mulai dari biaya pengobatan, hingga akomodasi untuk berobat ke Jakarta, termasuk dipertemukan dengan ahli urut tradisional kepercayaan, Hendro Pandowo

"Waduh, itu sih perasaan nda bisa digambarin pokoknya senang bahagia. Pak Kapolda seperti malaikat tanpa sayap. Kami sudah menunggu belasan hari untuk kepastian kesembuhan Amel, tapi nihil juga. Saat Pak Kapolda membantu dan memastikan dokter yang akan menangani Amel, kami seperti melayang ke udara. Kami sangat bersyukur, tidak bisa berkata-kata," tutur Asis. 

Atas bantuan Kapolda Babel, Amel pun segera dirujuk ke Jakarta Selatan.

Mulai dari akomodasi, ambulance, proses perawatan hingga berkomunikasi langsung dengan pihak-pihak terkait dilakuakn Hendro Pandowo

Saat ini, Asis dan istri beserta Amel berada di Jakarta Selatan sejak, Jumat pekan lalu untuk melakukan pengobatan. Sempat dirawat beberapa hari di Rumah Sakit Orthopedi SIAGA RAYA.

Dari hasil MRI, tulang Amel tidak mengalami patah dan hanya terjadi pergeseran pada bagian engsel. 

Hendro Pandowo lantas menyarankan pihak keluarga untuk membawa Amel pada pengobatan tradisional mengingat kondisi anak tak perlu tindakan operasi.

Ia pun lantas berbicara dengan pihak dokter yang menangani Amel. 

Usai melakukan komunikasi dengan dokter Orthopedi, Amel diizinkan untuk menjalani perawatan tradisional dari orang kepercayaan Hendro Pandowo, bernama Agus.

Baca juga: Edan, Ibu Kandung di Sumenep Jatim Rela Anak Kandung Diperkosa Kepsek, Ini Kata KPAI

Ia adalah seorang ahli urut tradisional yang sudah bertahun-tahun menangani orang-orang yang bermasalah pada tulang. 

Kini, kondisi Amel pun membaik. Terlihat perkembangan yang begitu signifikan dari Amel. Asis pun menyebut anaknya bahkan sudah bisa tersenyum berbeda saat menjalani perawatan di Bangka Belitung. 

 "Alhamdulillah semenjak ditangani secara tradisional oleh Pak Agus, perkembangannya, kakinya udah bisa gerak, jalannya masih susah, duduk bisa. Tentu ini tidak terlepas juga dari peran Pak Kapolda, terimakasih banyak," kata Asis.

 

 

Sumber: Pos Belitung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved