Jumat, 15 Mei 2026

Pilkada 2024

Reaksi Bobby Nasution Disoraki Saat Debat Pilgub Sumut 2024: Harus Ada Tata Tertib

Bobby Nasution, Calon Gubernur (Cagub) nomor urut 1 disoraki di debat perdana Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Utara (Sumut) 2024, Rabu (30/10/24)

Tayang:
Editor: Junianto Hamonangan
Istimewa
Bobby Nasution, Calon Gubernur (Cagub) nomor urut 1 disoraki di debat perdana Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Utara (Sumut) 2024, Rabu (30/10/2024). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Calon Gubernur (Cagub) nomor urut 1 Bobby Nasution disoraki saat debat perdana Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Utara (Sumut) 2024, Rabu (30/10/2024).

Bobby sempat tidak terima dirinya disoraki saat sedang gilirannya berbicara dalam debat Pilgub Sumut 2024.  

Diketahui debat perdana Pilgub Sumut 2024 yang mempertarungkan Bobby Nasution-Surya dan Edy Rahmayadi-Hasan Basri Sagala digelar di Hotel Mercure, Medan, Rabu malam.

Peristiwa Bobby tampak disoraki tersebut bermula saat menanggapi pernyataan Edy Rahmayadi.

Saat itu menantu Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menanggapi soal kekurangan dokter di Sumut.

"Pak Edy mohon izin saya kasih info sedikit biar agak lebih valid," ujarnya mengutip YouTube Kompas TV.

"Sumatera Utara itu kebutuhan dokter umumnya lebih ada 1000 dokter, yang kekurangan saat ini, untuk spesialis.."

Baca juga: Puan Maharani Tegaskan Akan Pecat Anggota DPRD PDIP yang Dukung Bobby di Pilgub Sumut

Bobby tampak terhenti mengatakan tanggapannya.

Lantaran beberapa orang menyorakinya.

Tampak dirinya tersenyum sambil melihat ke arah moderator.

"Saya rasa harus ada tata tertib yang diikuti di sini," ujar Bobby.

Mendengar pernyataan Bobby itu, beberapa orang tersebut justru semakin menyoraki Bobby.

"Huuuuu," bunyi orang-orang yang menyorakinya.

Lantas, Bobby melanjutkan jawabannya bahwa kebutuhan dokter untuk spesialis kurang lebih ada 400 di Sumatera Utara.

"Kalau kami nanti diberikan kepercayaan kami akan kerjasama dengan kampus-kampusnya yang ada di Sumatera Utara kita minta dokter-dokter PPDS yang mau kita kirim ke daerah-daerah."

"Kita akan beri insentif kepada dokter-dokter PPDS, kita punya anggaran, jangan anggaran dibawa kemana-mana," lanjutnya.

(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved