Sabtu, 25 April 2026

Pilkada

Daftar Bacawagub Pilkada DKI ke PDIP, Djafar Badjeber: Ketokohan Saya Representasi Orang Jakarta

Bendum DPD Hanura DKI Lestari Manurung membenarkan Djafar Nadjeber daftar jadi Bacawagub di Pilkada Jakarta 2024.

Penulis: Alfian Firmansyah | Editor: Sigit Nugroho
WartaKota/Alfian Firmansyah
Ketua DPD Hanura Jakarta, Djafar Badjeber, saat ditemui di kantor DPD Hanura, Menteng Jakarta Pusat, Selasa (23/8/2024). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura Jakarta Djafar Badjeber mendaftarkan dirinya sebagai Bakal Calon Wakil Gubernur (Bacawagub) untuk Pilkada Jakarta 2024 ke PDI Perjuangan (PDIP).

Hal itu dibenarkan oleh Bendahara Umum (Bendum) DPD Hanura DKI, Lestari Manurung saat dihubungi, Selasa (23/7/2024).

"Iya benar (Djafar Badjeber) mendaftar ke PDIP," kata Lestari.

Sementara itu, Djafar Badjeber mengatakan bahwa dirinya mendaftar sebagai bacawagub karena didukung oleh aspirasi masyarakat.

Djafar Badjeber menerangkan bahwa pihaknya pun sudah menjalin silaturahmi ke berapa parpol di Jakarta.

"Melihat ketokohan saya dianggap representasi orang Jakarta khususnya orang Betawi, tentunya masyarakat lain di situ dan saya sudah mendaftar di PDIP," kata Djafar saat ditemui kantor DPD Hanura Jakarta, Menteng Jakarta Pusat, Selasa (23/7/2024).

Baca juga: 38 DPD Sepakati Oesman Sapta Odang Pimpin Partai Hanura Selama 5 Tahun Kedepan

Baca juga: Tak Kaget Khofifah-Emil Banyak Dukungan di Pilkada Jatim, OSO: yang Didukung Hanura jadi Rebutan

Baca juga: NasDem Resmi Usung Anies untuk Pilkada Jakarta, Adian PDIP: Kita Sambut Riang Gembira

"Kemudian sudah didatangi Partai Ummat, Buruh, kami sudah ke Perindo, dan juga PDIP, untuk menyampaikan pemikiran-pemikiran juta, kemudian saya mandaftar saja," terang Djafar.

Djafar mengucapkan, jika dirinya menjadi Wakil Gubernur, ia menyoroti permasalahan Jakarta yang masih sangat kompleks. 

Salah satunya, terangnya, masih banyak masyarakat Jakarta yang belum bisa menikmati hasil kemerdekaan Negara Indonesia ini. 

"Saya melihat begitu banyak warga belum menikmati hasil kemerdekaan, dimana masih banyak rumah-rumah kumuh, kelompok termajinalkan terpinggirkan akibat kebijakan politik ekonomi yang tidak berpihak kepada mereka," kata Djafar. 

Selanjutnya Djafar pun menyoroti masalah pendidikan di Jakarta. 

Menurutnya, ia menginginkan tidak banyak adanya pingungutan biaya, hingga mengambil ijazah yang harus berbayar. 

BERITA VIDEO: Detik detik Kebakaran SDN 01 Pondok Bambu yang Melahap 18 Ruang Kelas

"Anak-anak yang berpotensi seperti Mahasiswa, punya nilai IPK bagus ya kita kirim ke keluar negeri," tuturnya. 

Kemudian, dia menyinggung soal birokrasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang menurutnya begitu menyulitkan masyarakat. 

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved