Senin, 27 April 2026

Kuliah Program RPL Manajemen Risiko, Eks Bos Lion Air Group Dapat Gelar MM dalam Dua Semester

Eks Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait menempuh Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan berhasil mendapat gelar Magister Management (MM).

|
Editor: Junianto Hamonangan
Istimewa
Eks Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait sukses menempuh Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan meraih gelar Magister Management (MM), hanya dengan dua semester. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Eks Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait sukses menempuh Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan meraih gelar Magister Management (MM), hanya dengan dua semester.

"Program RPL sangat membantu para profesional untuk tetap bisa memperdalam keilmuan dan melengkapi mereka secara akademis," kata Edward Sirait, dalam keterangan persnya, Senin (22/7/2024).

Meski memiliki segudang kesibukan, pria kelahiran Tapanuli, Sumatera Utara, 11 Oktober 1962 ini mengaku mendapat informasi ada program RPL di Magister Manajemen Risiko (S-2) Universitas Kristen Indonesia (UKI).

Thesisnya mengangkat judul "Resiko Operasi dan Keuangan Perusahaan Penerbangan Dimana Nilai Tukar, Harga Avtur, Ketepatan Waktu Penerbangan Serta Keandalan Pesawat Atas Peningkatan Kapasitas Penerbangan Mengandung Risiko" ini.

"Saya langsung mendaftar. Ternyata, apa yang saya dapat luar biasa. Saya ambil jurusan Manajemen Risiko," kata Edward.

Bagi pria yang pernah meniti karir sebagai General Manager of Internal Audit PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) tersebut, program itu menarik lantaran pengalaman dalam bekerja ikut dipertimbangkan. 

Baca juga: Viral Anggota Damkar Depok Pamer Peralatan hingga Armada Rusak, Ini Tanggapan Imam Budi Hartono

Program ini, lanjutnya, sangat berguna, baik untuk pribadi maupun perusahaan tempat bekerja karena bisa meningkatkan kompetensi dan performance dalam bekerja.

"Sangat positif. Dengan melihat pengalaman kerja yang sudah dijalani, saya hanya kuliah dua semester saja," tutur Edward

Bagi Edward, kuliah bukan sebatas hanya mencari ijazah semata. Kemampuan yang dimiliki harus setara dengan ijazasah.

"Tapi yang lebih hebat lagi, ketika Anda menunjukkan ijazah S1, tapi kemampuannya setara S3. Itu lebih hebat lagi," cetusnya.

Edward pun menyarankan, teruslah bermimpi untuk mengejar ilmu. Karena ilmu itu yang membuat kita hidup, bukan gelar.

"Untuk itu, bagi para profesional, sekarang sudah ada program RPL di UKI. Saya yakin, akan banyak kaum profesional tertarik untuk mengambil jurusan baru ini," tukasnya.

Kepada pelaksana pendidikan, Edward berharap terus melakukan evaluasi terhadap program ini, terutama dalam memberikan pelayanan kepada para mahasiswanya. Sebab, melayani para profesional tentu berbeda dengan kelas reguler biasa.

"Pihak UKI harus menerapkan metode terbaik untuk program RPL ini. Apalagi UKI kan sudah menjadi Kampus Unggul. Sebab, saat ini persaingan begitu ketat. Karena itu, lulusannya juga harus berbobot dan bermutu," imbuhnya.

Sementara Denny Tewu sebagai Ketua Program Studi MM UKI, mengaminkan masukan dari para alumni untuk meningkatkan kualitas MM Manajemen Risiko UKI ke depannya. 

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved