Kesehatan
Tiga Alasan Mengapa Kentang yang Bertunas Tidak Layak Dikonsumsi
Salah satu sayuran paling populer di dunia, mudah didapat, terjangkau, dan serba guna adalah kentang. Apakah kentang bertunas layak dikonsumsi?
Penulis: LilisSetyaningsih | Editor: Irwan Wahyu Kintoko
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Salah satu sayuran paling populer di dunia, mudah didapat, terjangkau, dan serba guna adalah kentang.
Umbi-umbian ini adalah salah satu dari sedikit bahan dapur yang dapat digunakan untuk membuat makanan cepat saji untuk mengatasi rasa lapar.
Kentang juga dapat membantu Anda menyiapkan makanan lengkap untuk makan siang atau makan malam.
Baca juga: 6 Manfaat Jus Kentang, dari Menghilangkan Lingkar Hitam di Mata hingga Cerahkan Kulit
Di sisi lain, Anda dapat menggunakan satu atau dua kentang untuk menyiapkan kentang goreng, bola keju, dan makanan ringan lainnya.
Lalu ada kegunaan lain antara lain sebagai bahan pembersih peralatan makan dan masih banyak lagi.
Inilah sebabnya, banyak orang-orang membeli dan menyimpan kentang dalam jumlah besar kapan pun mereka membutuhkan.
Baca juga: 5 Manfaat Unik Kentang yang Tak Diketahui Banyak Orang, Bisa Bersihkan Kacamata Hingga Semir Sepatu
Jika Anda pernah melakukan hal serupa, pasti Anda pernah melihat kentang bertunas setelah jangka waktu tertentu.
Anda akan menemukan tunas-tunas kecil berwarna putih tumbuh di kulit kentang.
Lalu apa yang Anda lakukan?
Baca juga: Manfaat Lain Kentang dan Garam, Cara Terbaik Hilangkan Karat Peralatan Masak Berbahan Besi
Sebagian besar dari Anda pasti akan mengatakan, kami mengupas pucuk dan kulitnya lalu menggunakan kentang apa adanya.
Pertanyaanya, apakah kentang yang telah bertunas layak dikonsumsi?
Kita semua tahu bahwa bertunas membantu meningkatkan profil nutrisi bahan makanan apa pun.
Namun yang sering kita abaikan adalah kenyataan bahwa segala sesuatu yang berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Hal ini juga berlaku untuk kentang.
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Advances in Potato Chemistry and Technology, kentang mengandung solanine dan chaconine, dua senyawa glikoalkaloid yang menawarkan manfaat kesehatan seperti mengatur kadar kolesterol dan gula darah, bila dikonsumsi dalam jumlah kecil.
| Pakar, Pelaku Industri dan Rumah Sakit Seluruh Asia Pasifik Berkumpul di Jakarta, Ini yang Dibahas |
|
|---|
| Tekan Angka Kematian Ibu, POGI Fokus Optimalkan 10 Program Selamatkan Perempuan Indonesia |
|
|---|
| Kandungan Antiinflamasi dan Antikoagulan pada Gel Topikal Bantu Atasi Nyeri Otot dan Memar |
|
|---|
| 90 Persen Manusia Habiskan Waktu di Dalam Ruangan, Ini Bahaya Timbal Pada Cat Tembok Bagi Kesehatan |
|
|---|
| Kapan Anak Perlu Suplemen Zat Besi? Ini Penjelasan Dokter |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Kandungan-vitamin-C-dan-serat-dalam-kentang-menurunkan-tekanan-darah-dan-kolesterol-jahat.jpg)