Jumat, 24 April 2026

Kesehatan

Tiga Alasan Mengapa Kentang yang Bertunas Tidak Layak Dikonsumsi

Salah satu sayuran paling populer di dunia, mudah didapat, terjangkau, dan serba guna adalah kentang. Apakah kentang bertunas layak dikonsumsi?

Penulis: LilisSetyaningsih | Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Pixabay
Salah satu sayuran paling populer di dunia, mudah didapat, terjangkau, dan serba guna adalah kentang. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Salah satu sayuran paling populer di dunia, mudah didapat, terjangkau, dan serba guna adalah kentang.

Umbi-umbian ini adalah salah satu dari sedikit bahan dapur yang dapat digunakan untuk membuat makanan cepat saji untuk mengatasi rasa lapar. 

Kentang juga dapat membantu Anda menyiapkan makanan lengkap untuk makan siang atau makan malam.

Baca juga: 6 Manfaat Jus Kentang, dari Menghilangkan Lingkar Hitam di Mata hingga Cerahkan Kulit

Di sisi lain, Anda dapat menggunakan satu atau dua kentang untuk menyiapkan kentang goreng, bola keju, dan makanan ringan lainnya. 

Lalu ada kegunaan lain antara lain sebagai bahan pembersih peralatan makan dan masih banyak lagi. 

Inilah sebabnya, banyak orang-orang membeli dan menyimpan kentang dalam jumlah besar kapan pun mereka membutuhkan.

Baca juga: 5 Manfaat Unik Kentang yang Tak Diketahui Banyak Orang, Bisa Bersihkan Kacamata Hingga Semir Sepatu

Jika Anda pernah melakukan hal serupa, pasti Anda pernah melihat kentang bertunas setelah jangka waktu tertentu. 

Anda akan menemukan tunas-tunas kecil berwarna putih tumbuh di kulit kentang

Lalu apa yang Anda lakukan? 

Baca juga: Manfaat Lain Kentang dan Garam, Cara Terbaik Hilangkan Karat Peralatan Masak Berbahan Besi

Sebagian besar dari Anda pasti akan mengatakan, kami mengupas pucuk dan kulitnya lalu menggunakan kentang apa adanya. 

Pertanyaanya, apakah kentang yang telah bertunas layak dikonsumsi?

Kita semua tahu bahwa bertunas membantu meningkatkan profil nutrisi bahan makanan apa pun. 

Namun yang sering kita abaikan adalah kenyataan bahwa segala sesuatu yang berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan. 

Hal ini juga berlaku untuk kentang.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Advances in Potato Chemistry and Technology, kentang mengandung solanine dan chaconine, dua senyawa glikoalkaloid yang menawarkan manfaat kesehatan seperti mengatur kadar kolesterol dan gula darah, bila dikonsumsi dalam jumlah kecil.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved