Kamis, 16 April 2026

Kesehatan

5 Manfaat Kaldu Tulang Bagi Kesehatan dan Cara Membuatnya

Kaldu tulang adalah bahan yang sangat bermanfaat untuk ditambahkan ke dalam makanan harian Anda berkat protein, elektrolit, dan nutrisi penting lain.

Penulis: LilisSetyaningsih | Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Nutritionexp
Kaldu tulang adalah bahan yang sangat bermanfaat untuk ditambahkan ke dalam makanan harian Anda berkat protein, elektrolit, dan nutrisi penting lain. Ilustrasi kaldu tulang. 

Penelitian pada tikus menunjukkan efek anti-inflamasi dari kaldu tulang. Masih harus dilihat apakah hal yang sama juga berlaku pada manusia.

Perlu dicatat di sini bahwa seng, mangan, dan selenium—semua nutrisi yang biasanya ditemukan dalam kaldu tulang—juga berperan dalam melawan peradangan.

Perhatikan bahwa kaldu tulang biasanya lebih padat nutrisi dan kaya dibandingkan kaldu biasa yang tersedia di pasaran. 

Anda sebaiknya mencari produk dengan "kaldu tulang" pada labelnya dan setidaknya 10 gram protein per porsi.

Potensi Risiko Kaldu Tulang

Secara umum aman untuk memasukkan kaldu tulang ke dalam makanan Anda, kecuali jika Anda memiliki alergi terhadap bahan apa pun atau seorang vegan atau vegetarian. 

Namun, satu hal yang harus diwaspadai adalah kaldu tulang mengandung natrium tingkat tinggi, yang menurut Arsenault dapat menyebabkan hipertensi dan masalah kardiovaskular lainnya. 

Oleh karena itu, penting untuk memeriksa fakta nutrisi saat membeli kaldu tulang siap pakai dan membatasi jumlah garam yang Anda tambahkan jika Anda membuatnya sendiri.

"Anda harus memastikan mendapatkan tulang berkualitas baik karena jika direbus dalam waktu lama, nutrisi dan logam berat, seperti timbal, dapat terekstraksi," kata Sauceda.

"Ini karena logam berat disimpan di dalam tulang."

Faktanya, sebuah penelitian menemukan bahwa kaldu tulang ayam mengandung timbal dalam jumlah tinggi. 

Jika Anda mengkhawatirkan hal ini, disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli nutrisi mengenai apakah kaldu tulang tepat untuk Anda.

Sementara itu, Largeman-Roth mengingatkan kita untuk menyimpan kaldu tulang dengan benar di lemari es atau freezer untuk menghindari kontaminasi. 

Selain itu, ia memperingatkan bahwa "Orang yang mengonsumsi obat pengencer darah, seperti Coumadin dan Warfarin, harus membatasi asupan kaldu tulang karena kaldu tersebut mengandung banyak vitamin K2."

Cara Membuat Kaldu Tulang

Kaldu tulang sangat mudah dibuat, namun Anda memerlukan kesabaran, terutama karena Anda harus merebusnya dalam waktu yang cukup lama. 

Untuk membuat kaldu tulang, Anda membutuhkan:

- Tulang dari hewan pilihan Anda 
- Air
- Sayuran seperti bawang bombay, wortel, seledri, dan bawang putih
- Aromatik seperti daun salam, merica, cabai, adas bintang—apa pun yang ingin Anda tambahkan
- Bahan asam seperti cuka sari apel atau jus lemon (atau irisan)
- Garam dan merica, sesuai selera

"Kaldu tulang dibuat dengan merebus tulang ayam, sapi, dan terkadang daging dan jaringan ikat—dalam air dan bahan aromatik, seperti herba, selama 10-12 jam hingga kolagen keluar dari tulang," jelas Largeman Roth. 

Kaldu yang dihasilkan kemudian disaring dan tulangnya dibuang.

Cara Menyimpan Kaldu Tulang

Untuk mendapatkan manfaat kaldu tulang dengan aman, penting untuk menyimpannya dengan benar, kata Largeman-Roth. 

Jika Anda membeli kaldu yang sudah jadi, periksa kemasannya untuk mengetahui informasi penyimpanannya.

Setelah kemasan dibuka, sebaiknya disimpan di lemari es.

Jika dibuat sendiri, dapat disimpan dalam wadah kedap udara di lemari es hingga lima hari dan di freezer hingga satu tahun.

Cara Menonsumsi Kaldu Tulang

Kaldu tulang sangat serbaguna dan dapat dikonsumsi sendiri sebagai minuman panas yang menenangkan atau setelah berolahraga.

Ini juga dapat ditambahkan ke dalam sup dan semur sebagai pengganti kaldu biasa atau bahkan sebagai pengganti air saat memasak pasta, quinoa, atau kentang tumbuk, misalnya. 

Anda juga bisa dengan aman mengonsumsi kaldu tulang beberapa kali seminggu dan maksimal sekali sehari, menurut para ahli. 

“Pertahankan saja ukuran porsi, 8 ons misalnya dan pastikan kandungan natriumnya tidak terlalu tinggi (cari yang kurang dari 300 miligram per porsi),” kata Largeman-Roth. (Shape.com)

Sumber: WartaKota
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved