Kamis, 23 April 2026

Kesehatan

5 Manfaat Kaldu Tulang Bagi Kesehatan dan Cara Membuatnya

Kaldu tulang adalah bahan yang sangat bermanfaat untuk ditambahkan ke dalam makanan harian Anda berkat protein, elektrolit, dan nutrisi penting lain.

Penulis: LilisSetyaningsih | Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Nutritionexp
Kaldu tulang adalah bahan yang sangat bermanfaat untuk ditambahkan ke dalam makanan harian Anda berkat protein, elektrolit, dan nutrisi penting lain. Ilustrasi kaldu tulang. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kaldu tulang adalah tren kesehatan yang sangat besar. 

Para ahli sepakat bahwa kaldu tulang adalah bahan yang sangat bermanfaat untuk ditambahkan ke dalam makanan harian Anda berkat protein, elektrolit, dan nutrisi penting lainnya yang berkualitas tinggi.

Namun penting untuk melihat lebih dekat ilmu pengetahuan di balik kaldu tulang dan menguraikan manfaatnya yang terbukti dari klaim yang hanya memiliki sedikit atau tanpa bukti yang mendukungnya.

Baca juga: Pilih Kaldu Instan atau Buat Sendiri, Simak Cara Membuatnya

Berikut ini serba-serbi kaldu tulang menurut ahli diet.

Apa Itu Kaldu Tulang?

Menurut ahli diet Amanda Sauceda, RD, kaldu tulang merupakan cairan yang terbuat dari tulang hewan kaya kolagen yang dimasak secara perlahan. 

Bisa juga ditambahkan sayuran seperti wortel, bawang bombay, dan seledri.

"Ini menghasilkan kaldu kaya rasa yang mengandung nutrisi seperti protein, kolagen, dan kalsium," katanya. 

Profil nutrisinya akan bergantung pada sumber tulang (ikan, daging sapi, ayam, dll) dan bahan tambahan lainnya.

Bahan tambahannya mungkin termasuk sumsum atau jaringan ikat yang tersisa di tulang. 

Oleh karena itu, kaldu tulang sering kali dibuat dengan bahan asam seperti cuka atau jus lemon. 

Asam ini memecah kolagen dan jaringan ikat, menghasilkan kaldu beraroma kaya nutrisi pendukung kesehatan, kata ahli diet lainnya Chrissy Arsenault, RD.

Fakta Gizi Kaldu Tulang

Menurut Arsenault, ketika dimasak komponen kaldu yakni tulang menghasilkan gelatin yang tinggi asam amino, termasuk glisin.

Ahli diet lainnya Frances Largeman-Roth, RD, menambahkan kuah kaldu tulang banyak mengandung protein dan kolagen, zinc, selenium, mangan, zat besi, serta vitamin A dan K2.

Menurut Departemen Pertanian AS (USDA) berikut profil nutrisi 1 cangkir kaldu ayam organik, kalkun, dan tulang sapi:

Kalori: 80
Protein: 10 gram
Lemak: <1>Karbohidrat: 5 gram
Besi: <1>Natrium: 451mg

Manfaat Kaldu Tulang bagi Kesehatan

Kaldu tulang sering disebut-sebut memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. 

Namun perlu dicatat bahwa manfaat kaldu tulang tertentu, seperti perannya dalam mendukung kesehatan usus dan fungsi otak, belum terbukti. 

Berikut manfaat kesehatan yang didukung oleh penelitian terkini.

1. Menyediakan Protein Berkualitas Tinggi

Pada dasarnya, fungsi terpenting kaldu tulang adalah menyediakan protein berkualitas tinggi (sekitar 10 gram per cangkir), kata Largeman-Roth. 

Oleh karena itu, mengonsumsi kaldu tulang dapat membantu Anda dengan mudah mencapai asupan harian yang direkomendasikan untuk makronutrien tersebut.

Menurut Largeman-Roth, protein memiliki banyak manfaat kesehatan yang penting, termasuk membantu Anda merasa kenyang, menjaga berat badan yang sehat untuk tubuh Anda, dan bahkan mendukung kesehatan rambut. 

Pakar tersebut mengutip sebuah artikel di International Journal of Trichology, yang menjelaskan bahwa rambut terbuat dari protein yang disebut keratin, yang perlu diisi ulang melalui pola makan kaya protein.

2. Meningkatkan Hidrasi

Manfaat kedua dari kaldu tulang adalah kandungan elektrolitnya, yang membantu menghidrasi tubuh Anda secara memadai, kata Largeman-Roth. 

Selama tulang dimasak dengan air yang mengandung garam, maka akan ada natrium di dalam kaldu tulang. Garam (natrium plus klorida) diperlukan untuk hidrasi yang baik karena membantu membawa air ke sel-sel tubuh Anda. 

Ditambah lagi, kaldu tulang adalah cairan yang berkontribusi terhadap tingkat hidrasi harian Anda secara keseluruhan.

3. Menyediakan Berbagai Nutrisi Penting

Seperti halnya 'makanan super' lainnya, kaldu tulang disukai oleh para ahli nutrisi karena mengandung nutrisi yang sangat penting untuk kesehatan yang optimal.

"Selain protein dan kolagen, kaldu tulang juga mengandung zinc, selenium, mangan, zat besi, vitamin A, dan vitamin K2," kata Largeman-Roth. 

Mineral seng diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh yang sehat dan rambut yang kuat. 

Zat besi dibutuhkan untuk kekebalan tubuh dan juga untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. 

Mangan dibutuhkan untuk penyerapan kalsium dan pengaturan gula darah. 

Selenium adalah antioksidan yang melawan stres oksidatif.

4. Dapat Mendukung Kesehatan Sendi, Tulang, dan Kulit

Kaldu tulang berpotensi mendukung kesehatan sendi dan tulang, serta elastisitas kulit, berkat kandungan kolagennya, kata Sauceda.

Kolagen yang Anda temukan dalam kaldu tulang menjadikannya istimewa karena berpotensi membantu kesehatan sendi dan tulang kita.

Seiring bertambahnya usia, kita menghasilkan lebih sedikit kolagen, jadi dengan mengonsumsi makanan yang mengandung kolagen, kita dapat mendukung area tubuh yang membutuhkannya, seperti persendian, tulang, dan bahkan kulit.

Largeman-Roth memperingatkan beberapa penelitian menunjukkan bahwa kaldu tulang memiliki kandungan kolagen yang bervariasi.

Oleh karena itu, kaldu tulang mungkin tidak memberikan hasil yang cukup untuk membuat perbedaan.

5. Dapat Membantu Melawan Peradangan

Kaldu tulang juga berpotensi membantu melawan peradangan, kata Largeman-Roth.

Penelitian pada tikus menunjukkan efek anti-inflamasi dari kaldu tulang. Masih harus dilihat apakah hal yang sama juga berlaku pada manusia.

Perlu dicatat di sini bahwa seng, mangan, dan selenium—semua nutrisi yang biasanya ditemukan dalam kaldu tulang—juga berperan dalam melawan peradangan.

Perhatikan bahwa kaldu tulang biasanya lebih padat nutrisi dan kaya dibandingkan kaldu biasa yang tersedia di pasaran. 

Anda sebaiknya mencari produk dengan "kaldu tulang" pada labelnya dan setidaknya 10 gram protein per porsi.

Potensi Risiko Kaldu Tulang

Secara umum aman untuk memasukkan kaldu tulang ke dalam makanan Anda, kecuali jika Anda memiliki alergi terhadap bahan apa pun atau seorang vegan atau vegetarian. 

Namun, satu hal yang harus diwaspadai adalah kaldu tulang mengandung natrium tingkat tinggi, yang menurut Arsenault dapat menyebabkan hipertensi dan masalah kardiovaskular lainnya. 

Oleh karena itu, penting untuk memeriksa fakta nutrisi saat membeli kaldu tulang siap pakai dan membatasi jumlah garam yang Anda tambahkan jika Anda membuatnya sendiri.

"Anda harus memastikan mendapatkan tulang berkualitas baik karena jika direbus dalam waktu lama, nutrisi dan logam berat, seperti timbal, dapat terekstraksi," kata Sauceda.

"Ini karena logam berat disimpan di dalam tulang."

Faktanya, sebuah penelitian menemukan bahwa kaldu tulang ayam mengandung timbal dalam jumlah tinggi. 

Jika Anda mengkhawatirkan hal ini, disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli nutrisi mengenai apakah kaldu tulang tepat untuk Anda.

Sementara itu, Largeman-Roth mengingatkan kita untuk menyimpan kaldu tulang dengan benar di lemari es atau freezer untuk menghindari kontaminasi. 

Selain itu, ia memperingatkan bahwa "Orang yang mengonsumsi obat pengencer darah, seperti Coumadin dan Warfarin, harus membatasi asupan kaldu tulang karena kaldu tersebut mengandung banyak vitamin K2."

Cara Membuat Kaldu Tulang

Kaldu tulang sangat mudah dibuat, namun Anda memerlukan kesabaran, terutama karena Anda harus merebusnya dalam waktu yang cukup lama. 

Untuk membuat kaldu tulang, Anda membutuhkan:

- Tulang dari hewan pilihan Anda 
- Air
- Sayuran seperti bawang bombay, wortel, seledri, dan bawang putih
- Aromatik seperti daun salam, merica, cabai, adas bintang—apa pun yang ingin Anda tambahkan
- Bahan asam seperti cuka sari apel atau jus lemon (atau irisan)
- Garam dan merica, sesuai selera

"Kaldu tulang dibuat dengan merebus tulang ayam, sapi, dan terkadang daging dan jaringan ikat—dalam air dan bahan aromatik, seperti herba, selama 10-12 jam hingga kolagen keluar dari tulang," jelas Largeman Roth. 

Kaldu yang dihasilkan kemudian disaring dan tulangnya dibuang.

Cara Menyimpan Kaldu Tulang

Untuk mendapatkan manfaat kaldu tulang dengan aman, penting untuk menyimpannya dengan benar, kata Largeman-Roth. 

Jika Anda membeli kaldu yang sudah jadi, periksa kemasannya untuk mengetahui informasi penyimpanannya.

Setelah kemasan dibuka, sebaiknya disimpan di lemari es.

Jika dibuat sendiri, dapat disimpan dalam wadah kedap udara di lemari es hingga lima hari dan di freezer hingga satu tahun.

Cara Menonsumsi Kaldu Tulang

Kaldu tulang sangat serbaguna dan dapat dikonsumsi sendiri sebagai minuman panas yang menenangkan atau setelah berolahraga.

Ini juga dapat ditambahkan ke dalam sup dan semur sebagai pengganti kaldu biasa atau bahkan sebagai pengganti air saat memasak pasta, quinoa, atau kentang tumbuk, misalnya. 

Anda juga bisa dengan aman mengonsumsi kaldu tulang beberapa kali seminggu dan maksimal sekali sehari, menurut para ahli. 

“Pertahankan saja ukuran porsi, 8 ons misalnya dan pastikan kandungan natriumnya tidak terlalu tinggi (cari yang kurang dari 300 miligram per porsi),” kata Largeman-Roth. (Shape.com)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved