Hasil Riset Populix, Ritel Offline dan Online Akomodasi Preferensi Belanja Konsumen Indonesia
Riset Populix membandingkan preferensi belanja konsumen dalam tiga periode, yaitu sebelum, saat, dan setelah terjadinya pandemi COVID-19.
Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Mochamad Dipa Anggara
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak yang signifikan terhadap gaya hidup masyarakat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Salah satu aspek yang mengalami perubahan besar adalah perilaku berbelanja konsumen.
Menyadari adanya fenomena menarik dalam tren belanja tersebut, perusahaan data dan insights Populix berusaha menggali lebih lanjut pola belanja konsumen di Indonesia melalui laporan riset bertajuk “Preferensi Konsumen dalam Belanja Online dan Offline”.
Riset Populix membandingkan preferensi belanja konsumen dalam tiga periode, yaitu sebelum, saat, dan setelah terjadinya pandemi.
Berdasarkan hasil riset, dikarenakan faktor kesehatan dan pembatasan aktivitas sosial, sebanyak 54 persen dari total responden yang aktif berbelanja online dan offline lebih memilih melakukan aktivitas belanja online selama pandemi berlangsung.
Setelah pandemi berakhir, 49 persen diantaranya juga masih lebih sering melakukan aktivitas belanja online.
Berbeda dari persentase aktivitas belanja online yang mengalami sedikit penurunan, konsumen yang lebih memilih aktivitas belanja offline setelah masa pandemi berakhir mengalami kenaikan hingga lebih dari 2 kali lipat.
Head of Research Populix, Indah Tanip, mengungkapkan meskipun pandemi memicu lonjakan belanja online secara signifikan, temuan Populix menunjukkan bahwa belanja offline tetap menjadi pilihan yang melengkapi pengalaman belanja konsumen dan bahkan terus bertumbuh setelah pandemi.
"Riset kami memperlihatkan dinamika yang kompleks antara ritel online dan offline, mengungkapkan bahwa keduanya tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang secara harmonis untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin beragam," ujar indah dalam keterangan resmi, Jumat (19/4/2024).
Dari kacamata konsumen, lanjut Indah, kehadiran toko offline dan online tentunya bisa mengakomodasi preferensi belanja yang beragam.
Secara umum, konsumen Indonesia biasanya telah memiliki preferensi masing-masing saat melakukan pembelian kategori produk tertentu.
"Riset ini menemukan bahwa produk fashion dan kecantikan (masing-masing sebanyak 46 persen) dibeli secara online, sementara kebutuhan sehari-hari seperti bahan makanan (34 persen) lebih dominan dibeli secara offline," ucapnya.
Selain itu, Indah mengatakan, riset ini juga menyoroti beberapa faktor pendorong yang membuat konsumen memilih melakukan pembelian baik secara online maupun offline:
Sebanyak 67 persen responden menyebutkan bahwa faktor pendorong konsumen memilih belanja online karena praktis. Kemudian 66 persen responden menyebut karena kemudahan membandingkan harga.
Dua faktor utama inilah yang mendorong konsumen untuk berbelanja online, diikuti oleh ketersediaan berbagai metode pembayaran (60 persen) di posisi ketiga.