Sabtu, 18 April 2026

Gaya Hidup

Fakta Garam, Bisa Ditukar Emas dan Jadi Upah Kerja Tentara

Di masa lalu, garam dipakai untuk mengawetkan makanan, lalu masa kini menjadi komoditas murah. Garam banyak digunakan untuk memberi rasa pada camilan.

Penulis: LilisSetyaningsih | Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Health.harvard.edu
Di masa lalu, garam dipakai untuk mengawetkan makanan, lalu masa kini menjadi komoditas murah. Garam banyak digunakan untuk memberi rasa pada camilan. 

Namun, mengonsumsi natrium dalam jumlah kecil hampir mustahil karena garam ada di hampir semua makanan dan minuman.

Berbagai organisasi kesehatan menyarankan konsumsi maksimum harian 1,5 hingga 2,3 gram untuk mencegah masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi.

Harvard School of Public Health memerkirakan kebanyakan orang Amerika mengonsumsi 3,4 gram (atau 1,5 sendok teh) natrium per hari.

Jika Anda termasuk dalam kelompok itu,  Anda mengonsumsi garam 18 kali lebih banyak daripada yang dibutuhkan tubuh.

Mengurangi asupan garam juga tidak mudah.

American Heart Association memperingatkan, sebanyak 70 garam berasal dari makanan kemasan atau makanan restoran.

Sulit untuk mengetahui jumlah sebenarnya garam yang Anda masukkan ke dalam tubuh lewat makanan kemasan tersebut.

Cara terbaik untuk menguranginya, melewatkan makanan kemasan.

Anda bisa menyiapkan makanan sendiri dari daging segar, biji-bijian, dan hasil bumi.

2. Meningkatkan IQ

Memang tidak masuk akal jika kita berpikir bahwa sesuatu yang biasa seperti garam bisa membuat dunia menjadi tempat yang lebih cerdas.

The New York Times menyebutkan bahwa hal tersebut sangat mungkin terjadi.

Alasannya adalah yodium. Menurut Healthline, sekitar sepertiga populasi dunia berada di ambang kekurangan yodium.

Maksudnya itu apa?

Yodium tidak hanya menjaga tiroid kita berfungsi dengan baik, tetapi juga penting untuk fungsi otak yang sehat dan normal.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved