Pemilu 2024

Aburizal Ungkap Cara Jokowi atau Gibran Bisa Jadi Ketum Golkar, Ubah AD/ART Partai Atas Persetujuan

Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie ungkap cara Jokowi atau Gibran jadi Ketum Golkar, yakni ubah AD/ART atas persetujuan semua provinsi

Kompas.com
Jokowi saat bertemu Aburizak Bakrie. Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie ungkap cara Jokowi atau Gibran bisa jadi Ketum Golkar tanpa harus 5 tahun jadi anggota atau pengurus. Yakni ubah AD/ART partai atas persetujuan semua pengurus Golkar di seluruh provinsi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie menanggapi isu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan calon wakil presiden (cawapres) Gibran Rakabuming Raka yang disebut-sebut bakal menjadi kader hingga pimpinan tertinggi Partai Golkar.

Aburizal Bakrie yang juga pernah menjabat Ketum Partai Golkar menilai Jokowi atau Gibran dapat bergabung menjadi kader Golkar.

Namun, kata Aburizal, keduanya belum tentu bisa menjadi ketua umum karena partai berlambang beringin kuning ini memiliki AD/ART atau aturan internal partai.

"Iya, bukan ketua umum, kan ada peraturannya (jadi ketum) masih lima tahun (harus jadi) pengurus (Partai Golkar)," kata Aburizal di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (15/3/2024).

Menurut Aburizal, apabila Jokowi dan Gibran ingin menjadi pimpinan tertinggi Partai Golkar, keduanya harus mengikuti prosedur kaderisasi partai.

Tetapi katanya, ada jalan lain atau jalan pintas bagi Jokowi dan Gibran untuk bisa menjadi Ketua Umum Partai Golkar.

Baca juga: Banyak Parpol Dukung Keluarga Jokowi Ikut Pilkada, Pengamat: Fenomena Aneh karena Partai Punya Kader

Yakni syaratnya semua pengurus Golkar dari seluruh provinsi menginginkan keduanya menjadi pimpinan dengan mengubah aturan AD/ART internal.

Perubahan AD/ART, kata Aburizal harus mendapat persetujuan semua pengurus Golkar dari seluruh provinsi di Indonesia.

"Iya mungkin saja (bisa dirubah AD/ART) kalau mau. Kalau (semua) daerah mau, iya (bisa)," ujarnya.

Baca juga: Apabila Dilantik Jadi Presiden, Prabowo Subianto Dinilai Tidak Boleh Jadi Petugas Jokowi

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus mengaku belum mendengar soal isu Jokowi dan Gibran akan bergabung dengan partainya.

Lodewijk menilai bergabungnya Jokowi dan Gibran ke Partai Golkar sah-sah saja dan sesuai amanat Musyawarah nasional (Munas) Partai Golkar pada 2017.

Dalam hal ini ada program panca sukses yang harus diikuti oleh para kader yang bergabung.

"Kita punya program panca sukses salah satu adalah sukses inovasi kaderisasi dan keanggotaan. Kebetulan saya yang bertanggung jawab, jadi kita membuat data base dengan aplikasi yang ada pada data kita untuk merekrut kader-kader baru siapapun boleh masuk, entah dia pemulung, entah pengusaha bisa masuk sangat senang kita," ujarnya.

"Bayangin, kalau ada presiden mau masuk atau calon presiden mau masuk tentunya akan sangat membantu Partai Golkar," tambah Lodewijk.

Baca juga: Ekonom Senior Ungkap Jokowi Rangkul Konglomerat demi Wujudkan Dinasti Politik dengan Rusak Demokrasi

"Kalau kita bicara ada tambahan minimal catatan di situ, satu kader baru Partai Golkar karena programnya inovasi kaderisasi keanggotaan siapapun kita, sebagai partai terbuka bisa masuk," ujarnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved