Minggu, 19 April 2026

Pemilu 2024

Partai Golkar Urutan Bersaing Ketat dengan PDIP Dalam Pileg 2024, Analis CPPS Ungkap Alasannya

Partai Golkar Urutan Bersaing Ketat dengan PDIP Dalam Pileg 2024, Analis CPPS Ungkap Alasannya

Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Analis Politik Center for Publik Policy Studies (CPPS) Indonesia, Novarel Saefuddin Zuhry 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Elektabilitas Partai Golkar meningkat drastis pada pemilu 2024.

Merujuk hitung suara (real count) Pileg DPR RI dalam Pemilu 2024 Komisi Pemilihan Umum (KPU), Partai Gokar menempati peringkat kedua setelah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Berdasarkan data masuk 65,87 persen atau 542.238 TPS dari total 823.236 TPS, PDIP berhasil meraih 16,39 persen suara, sedangkan Partai Golkar meraih 15,05 persen suara.

Selanjutnya, Partai Gerindra meraih 13,3 persen suara, PKB meraih 11,54 persen suara, Partai Nasdem meraih 9,42 persen suara, PKS meraih 7,5 persen suara.

Kemudian Partai Demokrat meraih 7,41 persen suara, PAN meraih 6,95 persen suara, PPP meraih 4,01 persen dan PSI meraih 3,13 persen suara.

Perolehan suara tersebut meningkat dibandingkan raihan suara Pileg 2019.

Antara lain PDIP meraih 27.053.961 atau 19,33 persen, Gerindra meraih 17.594.839 atau 12,57 persen, Golkar meraih 17.229.789 atau 12,31 persen, PKB meraih 13.570.097 atau 9,69 persen.

Selanjutnya Nasdem meraih 12.661.792 atau 9,05 persen, PKS meraih 11.493.663 atau 8,21 persen, Demokrat meraih 10.876.507 atau 7,77 persen.

Kemudian PAN meraih 9.572.623 atau 6,84 persen, PPP meraih 6.323.147 atau 4,52 persen dan Perindo meraih 3.738.320 atau 2,67 persen.

Pencapaian Partai Golkar tersebut diungkapkan Analis Politik Center for Publik Policy Studies (CPPS) Indonesia, Novarel Saefuddin Zuhry berkat relawan dan kader partai.

Termasuk organisasi loyalis Partai Golkar

Satu di antaranya Formasi Indonesia Satu (FIS).

Para relawan, kader san organisasi loyalis katanya berhasil menangkap fenomena pergeseran pemilih muda yang menginginkan partai yang lebih realistis.

"Yang selama ini kita ketahui bahwa pemilih golkar kebanyakan kalangan usia di atas 40 tahun. Namun di pileg 2024 ini ada pergeseran pemilih, banyak juga kalangan milenial dan generasi z yang lebih berpi/kir realistis untuk menentukan pilihannya pada partai yang dianggap telah mapan," ungkap Varel dalam siara tertulis pada Jumat (8/3/2024). 

"Jika kita amati golkar adalah satu-satunya partai yang berbasis kader bukan karena ketokohan. Nah di sinilah letak kelebihan golkar dibanding partai lain," ujar Varel kepada wartawan di Jakarta, Kamis (7/3/2024).

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved