Pemilu 2024

Jokowi Efek Diyakini Tidak Berlaku di Pilkada Jakarta 2024

Jokowi efek diyakini tidak akan berlaku di Pilkada DKI Jakarta 2024 seperti di Pilpres 2024, karena masyarakatnya pemilih cerdas

Humas HPN 2024/Alex Suban
Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan dalam puncak peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2024 di Ecovention Hall, Ecopark, Ancol, Jakarta, Selasa (20/2/2024). Jokowi efek diyakini tidak akan berlaku di Pilkada DKI Jakarta 2024 seperti di Pilpres 2024. Hal itu dikatakan Politikus PDIP yang juga Anggota DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak, Senin (4/3/2024). Gilbert meyakini masyarakat Jakarta sudah masuk kategori pemilih yang cerdas dan kritis terhadap calon pemimpin mereka. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Jokowi efek diyakini tidak akan berlaku di Pilkada DKI Jakarta 2024 seperti di Pilpres 2024.

Hal itu dikatakan Politikus PDIP yang juga Anggota DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak, Senin (4/3/2024).

Gilbert meyakini masyarakat Jakarta sudah masuk kategori pemilih yang cerdas dan kritis terhadap calon pemimpin mereka.

"Di Jakarta apakah kemudian masyarakat dengan menerima sesuatu kemudian memilih? Saya melihat masyarakat Jakarta itu kalangan terdidiknya lebih tinggi dibandingkan provinsi lain," kata Gilbert, Senin (4/3/2024).

Gilbert pun menyebut kemenangan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 setidaknya berdasarkan versi quick count dan real count sementara KPU, itu bukan semata karena efek dukungan Jokowi.

"Jokowi efek itu kan sebenarnya hanya 3 persen dan itu ada data resminya," katanya.

Baca juga: Hendak Gelar Pemilu Ulang di Kuala Lumpur, KPU Minta Bantuan Jokowi

"Sekarang kalau kita perhatikan kenapa di Pilpres naik, tentu bukan karena Jokowi efek, tetapi ada efek-efek yang lain yang kemudian dilakukan untuk menaikkan elektabilitas," papar Gilbert.

Menurut Gilbert, saat ini masyarakat di Jakarta sudah jenuh dengan kepemimpinan yang dipertontonkan pemerintahan Jokowi.

Diantaranya saat pemerintah mulai melakukan uji coba makan siang gratis yang selama ini dikenal sebagai program kampanye pasangan Prabowo-Gibran.

"Artinya kalau kita kemudian melakukan pendekatan, sangat mungkin masyarakat juga jenuh dengan kondisi ini. Karena belum apa-apa, mereka sudah membicarakan program makan siang  yang kemudian KPU sendiri belum melakukan perhitungan yang final," tutur Gilbert.

Faktor lainnya yang membuat Gilbert meyakini Jokowi sudah tak memiliki efek besar di Pilkada Jakarta lantaran saat pilkada digelar, Jokowi sudah tak menjabat sebagai presiden.

Baca juga: Selama Demonstrasi Pemakzulan Jokowi Berlangsung Tertib, Stabilitas Negara Tak Akan Terganggu

Diketahui, Pilkada Jakarta yang masuk dalam Pilkada Serentak 2024 digelar pada 27 November 2024, sedangkan Jokowi berakhir masa jabatannya sebagai presiden pada 20 Oktober 2024.

"Apakah kemudian masih ada pengaruh itu atau tidak, tergantung bagaimana dia menyusun kekuatan saat ini dan itu yang mungkin mesti kita antisipasi," kata Gilbert.

"Kalau dia kemudian menyusun kekuatan lewat parpol yang kemudian dia bisa pegang yang pernah kasus-kasus tertentu, atau kemudian dia bisa pengaruhi lewat faktor yang lain, mungkin masih ada pengaruh," ujarnya.

"Tetapi seberapa besar, saya kira sangat tergantung pada seberapa besar peranannya presiden yang menjabat di November 2024 ini," lanjut Gilbert.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved