Senin, 13 April 2026

Pemilu 2024

Jelang Pemilu 2024, KPU RI Libatkan Platform Campaign Sosialisasi Anti Golput

KPU RI gelar pawai saat pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor atau car free day di kawasan Sudirman-Thamrin, Jakarta, Minggu (4/2/2024).

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Sigit Nugroho
Istimewa
KPU RI menggandeng platform campaign untuk menyosialisasikan anti golongan putih (golput) atau tidak memilih saat Pemilu 14 Februari 2024 nanti. Sosialisasi ini dikemas melalui pawai yang digelar car free day (CFD) di kawasan Sudirman-Thamrin, Jakarta, Minggu (4/2/2023). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menggandeng platform campaign untuk menyosialisasikan anti golongan putih (golput) atau tidak memilih saat Pemilu 2024 pada 14 Februari 2024.

Sosialisasi ini dikemas melalui pawai yang digelar saat pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) di kawasan Sudirman-Thamrin, Jakarta, Minggu (4/2/2023).

Kepala Bagian Hubungan Antar Lembaga KPU RI Dohardo Pakpahan mengatakan bahwa kampanye ini dilakukan untuk menekan angka golput.

Bersama Campaign melalui aplikasi kampanye sosialnya yang bertema Campaign #ForABetterWorld, dia mengajak agar peserta pemilih menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2024.

“Sejalan dengan cita-cita kemerdekaan Indonesia dan hati nurani kita, KPU RI berharap, gerakan ini dapat menyadarkan masyarakat khususnya generasi muda untuk tidak golput,” kata Dohardo, Minggu (4/2/2024).

Menurut Dohardo, partisipasi aktif masyarakat dalam proses demokrasi sangat penting.

Baca juga: Harga BBM Pertamina, Shell, BP Februari bulan Pemilu 2024, Erick Thohir Pertamina Jaga Daya Beli

Sebab untuk mendukung pelaksanaan Pemilu, negara telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar.

Sehingga dengan anggaran itu perlu adanya pertanggungjawaban untuk menjadikan pemilih yang cerdas dan berkualitas.

Dohardo mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga integritas dan ketertiban dalam Pemilu serentak 2024.

Hal ini sesuai dengan prinsip-prinsip Luber Jurdil atau langsung umum bebas rahasia jujur dan adil.

Senada dengan itu, seorang content creator dan presenter Wandha Dwiutari, menekankan bahwa Pemilu juga menjadi kesempatan bagi perempuan untuk memilih pemimpin yang mewakili suara mereka.

Menurut catatannya, dari total 204 juta pemilih pemilu pada 2024, sekitar 102,58 juta adalah pemilih perempuan.

Baca juga: KPU RI Tak Masalah Iriana Jokowi Salam Dua Jari, Ibu Negara Disebut Bukan Jabatan Publik

"Suara ini dapat digunakan untuk merealisasikan kebutuhan perempuan. Perempuan tahu permasalahan apa yang kerap dihadapi, seperti masih tingginya kasus kekerasan seksual, kesenjangan pendidikan, dan masih banyak lagi,” kata Wandha.

Sedangkan, Founder Waste4Change Mohamad Bijaksana Junerosano, meyakini golput tidak hanya merugikan kualitas demokrasi, tetapi juga berdampak pada masa depan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah di Indonesia. Karena itu, dari segi lingkungan, golput jelas bukan pilihan yang bijak.

“Melihat permasalahan sampah saat ini, kita butuh pemimpin yang punya perhatian khusus pada pengelolaan sampah yang baik, seperti bagaimana praktik kebijakan mendaur ulang sampah di level rumah tangga,” kata Mohamad Bijaksana.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved