Sabtu, 16 Mei 2026

Manfaat Beras Hitam, 'Beras Terlarang' yang Kerap Dikonsumsi Bangsawan Tiongkok

Saat ini beras hitam lebih banyak tersedia dan dinikmati oleh orang-orang di seluruh dunia, mengandung seluruh bagian biji-bijian, termasuk dedak.

Tayang:
Penulis: LilisSetyaningsih | Editor: Junianto Hamonangan
Getty Images
Saat ini beras hitam lebih banyak tersedia dan dinikmati oleh orang-orang di seluruh dunia, mengandung seluruh bagian biji-bijian, termasuk dedak. 

Antosianin dalam beras hitam tidak hanya memberi warna pada biji-bijian.

"Adanya antosianin, beras hitam memiliki kandungan antioksidan lebih tinggi dibandingkan biji-bijian beras lainnya," kata Melissa Rifkin, RD, pakar kesehatan untuk Juice Plus+.

Dia menunjukkan bahwa peningkatan antioksidan dalam makanan Anda dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung, kanker, stroke, dan diabetes tipe 2.

Baca juga: Dukung Percepatan Pencapaian SDGs dengan 3 Pilar Utama, Universitas Indonesia Sebagai Kampus Lestari

2. Sumber serat yang baik

Serat sangat penting untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Serat juga dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2.

Beberapa merek beras hitam mengandung 4,7 gram serat makanan per 100 gram.

"Beras hitam kaya nutrisi dan lebih tinggi serat, protein, dan zat besi dibandingkan nasi putih dan beras merah," kata ahli gizi Chicago Sara Chatfield, RDN.

Semua serat itu memiliki manfaat lain yakni membantu Anda merasa kenyang.

"Kandungan protein dan serat yang lebih tinggi pada beras hitam dapat membantu meningkatkan rasa kenyang saat makan dan membantu pengelolaan berat badan," kata Chatfield.

3. Meningkatkan kesehatan mata

Makanan tertentu berwarna merah, kuning, dan oranye seperti wortel terkenal mengandung karotenoid (pigmen yang dapat meningkatkan kesehatan mata).

Menurut Allen, beras hitam juga mengandung karotenoid – khususnya, lutein dan zeaxanthin.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kedua karotenoid ini dapat membantu melindungi makula dari kerusakan akibat cahaya biru.

Meningkatkan ketajaman penglihatan, serta dikaitkan dengan penurunan risiko degenerasi makula terkait usia dan katarak.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved