Sabtu, 16 Mei 2026

Manfaat Beras Hitam, 'Beras Terlarang' yang Kerap Dikonsumsi Bangsawan Tiongkok

Saat ini beras hitam lebih banyak tersedia dan dinikmati oleh orang-orang di seluruh dunia, mengandung seluruh bagian biji-bijian, termasuk dedak.

Tayang:
Penulis: LilisSetyaningsih | Editor: Junianto Hamonangan
Getty Images
Saat ini beras hitam lebih banyak tersedia dan dinikmati oleh orang-orang di seluruh dunia, mengandung seluruh bagian biji-bijian, termasuk dedak. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Selama bertahun-tahun, Anda mendapat informasi tentang nasi merah lebih sehat dibandingkan nasi putih.

Tapi bisakah nasi hitam menjadi pilihan yang lebih baik untuk mengisi piring makan Anda? Mungkin.

Beras hitam dikenal juga sebagai forbidden rice atau beras terlarang, jenis beras ini sebenarnya tidak berwarna hitam atau terlarang.

"Di Tiongkok kuno, nasi ini dikenal sebagai nasi terlarang karena hanya diperuntukkan bagi keluarga kerajaan, dan masyarakat 'umum' tidak diperbolehkan mengonsumsinya."

Pernyataan itu dikemukakan ahli gizi asal Philadelphia, Stacey Woodson RD, yang penulis buku nutrisi untuk anak-anak.

Tetapi saat ini, beras hitam lebih banyak tersedia dan dinikmati oleh orang-orang di seluruh dunia.

Meskipun biji-bijian utuh ini terlihat hitam, warnanya berubah menjadi ungu tua setelah dimasak (julukan lain nasi ungu).

"Beras hitam telah menjadi bagian dari pola makan orang Asia selama ribuan tahun," kata Natalie B Allen RD, profesor klinis nutrisi dan dietetika di Missouri State University.

Warna beras hitam berasal dari antosianin, yang merupakan pigmen yang ditemukan pada makanan berwarna ungu dan biru.

Seperti halnya beras merah, beras hitam juga tidak dimurnikan.

Artinya beras ini mengandung seluruh bagian biji-bijian, termasuk dedak yang kaya serat.

Biji-bijian utuh itu memberikan keunggulan nutrisi dibandingkan nasi putih yang bagian-bagian sehatnya telah dihilangkan.

1. Biji-bijian kaya antioksidan

Banyak orang mengetahui buah-buahan dan sayuran mengandung antioksidan tinggi yang berguna melawan radikal bebas yang merusak sel dalam tubuh.

Tetapi biji-bijian memiliki jumlah antioksidan yang lebih tinggi dan lebih beragam, serta senyawa tanaman pelawan penyakit yang disebut fitokimia.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved