Kamis, 16 April 2026

Pilpres 2024

Prabowo Bakal Gencarkan Program Makan Siang dan Susu Gratis untuk Efektifkan Pencegahan Stunting

Pada Juni 2023, Presiden Jokowi sebut nggaran penanganan stunting seharusnya lebih banyak dialokasikan membeli telur, susu, ikan, daging, dan sayuran.

Penulis: Alfian Firmansyah | Editor: Sigit Nugroho
Dok:Tim Prabowo
Prabowo Subianto berpidato di acara 'Trimegah Political and Economic Outlook 2024', Jakarta, Rabu (31/1/2024). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto turut menyoroti anggaran stunting di Indonesia yang penggunaannya dinilai kurang efisien.

Hal ini sebelumnya pernah dikeluhkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Bahkan sudah berkali-kali Pak Jokowi menemukan kasus yang paling besar. Kasus anggaran stunting beliau periksa satu-satu di daerah, anggaran stunting biayanya kalau nggak salah Rp10 miliar," kata Prabowo di acara 'Trimegah Political and Economic Outlook 2024', Jakarta, Rabu (31/1/2024)

Prabowo mengungkapkan bahwa dari total Rp 10 miliar untuk anggaran stunting tersebut, sekitar Rp 8 miliar di antaranya dipergunakan bukan untuk membeli makanan dan susu.

"Rp 8 miliar dipakai perjalanan dinas, rapat kerja, simposium. Hanya Rp 2 miliar dipakai untuk beli susu dan telor untuk anak-anak," ujar Prabowo.

Baca juga: Dharma Wanita PAM Jaya Targetkan 105 Anak Bebas dari Masalah Stunting Tahun 2024

Baca juga: Demi Pertumbuhan dan Kesehatan Balita, Pemprov DKI Jakarta Terus Intervensi Masalah Stunting

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Berjibaku Atasi Masalah Stunting, demi Pertumbuhan dan Kesehatan Balita

Oleh karena itu, dalam salah satu programnya bersama cawapres Gibran Rakabuming Raka, Prabowo mendorong lebih gencarnya program makan siang dan susu gratis bagi anak-anak Indonesia di sekolah, sehingga pencegahan stunting menjadi efisien.

"Jadi salah satu program yang saya canangkan,  free lunch for all children in Indonesia. Jadi, free lunch kita sudah hitung. Free lunch ini ternyata langkah strategis," jelas Prabowo.

Prabowo menerangkan bahwa program makan siang dan susu gratis sudah dilaksanakan di kurang lebih 76 negara di dunia.

Bahkan, termasuk sejumlah negara yang pendapatan perkapitanya setengah dari Indonesia, seperti Kamboja, India, dan Malaysia.

"India sudah melaksanakan kalau nggak salah lima tahun lebih. Kamboja dan Malaysia, mereka berani melaksanakan. Menurut saya, ini jawaban untuk stunting, terhadap investment for growth" terang Prabowo.

BERITA VIDEO: Puan-Bambang Pacul Makan Bakso 3 Mangkok, 3 Gelas , 3 Saos di Magelang: Sindir Jokowi-Prabowo?

Menurut Prabowo, program makan siang dan susu gratis ini bukan hal yang sia-sia, karena juga termasuk dalam cakupan bantuan sosial dan juga pendidikan.

“Kita bisa lihat (program makan siang dan susu gratis) bisa turun ke semua bidang (sosial dan pendidikan) The resources are there if we refocused, if we can reallocate kepada hal urgent,” imbuh dia.

Sebelumnya, pada Juni 2023 lalu, Jokowi mengatakan, anggaran penanganan stunting seharusnya lebih banyak dialokasikan untuk pembelian telur, susu, ikan, daging, sayuran, dan lainnya.

Sebab, bahan-bahan tersebut langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukannya rapat atau perjalanan dinas.

“Kapan stuntingnya akan selesai kalau caranya seperti ini? Ini yang harus diubah semuanya. Kalau 10 miliar itu anggarannya, mestinya yang untuk lain-lainnya itu Rp 2 miliar, yang Rp 8 miliar itu ya untuk langsung telur, ikan, daging, sayur, berikan ke yang stunting,” ujar Jokowi. (m32)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved