Sabtu, 11 April 2026

Pemilu 2024

Bawaslu Prihatin, Bendera Parpol Makan Korban di Fly Over Kuningan, Minta Segera Copot

Keberadaan baliho, spanduk maupun bendera parpol jelang Pemilu ini sungguh memprihatinkan. Banyak masyarakat jadi korabn kecelakaan.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Valentino Verry
Istimewa
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Provinsi DKI Jakarta Benny Sabdo, minta parpol segera mencopot bendera yang meenuhi ruas fly over Kuningan, Jakarta Selatan, karena telah makan korban. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Bawaslu Kota Jakarta Selatan telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menyikapi sepasang paruh baya yang kecelakaan akibat alat peraga kampanye (APK).

Diketahui, M Salim (68) dan Oon (61), pasangan suami istri (pasutri) mengalami kecelakaan akibat bendera parpol terjatuh di flyover Kuningan, Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (17/1/2024).

Baca juga: Banyak APK Terbukti Melanggar, Bawaslu dan Satpol PP Diminta Tindak Tegas Kontestan Pemilu 2024

“Bawaslu Jakarta Selatan sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian," kata Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Provinsi DKI Jakarta Benny Sabdo pada Kamis (18/1/2024) pagi.

"Bawaslu Jaksel selanjutnya mengimbau kepada partai-partai yang bendera mereka dipasang pada zona terlarang tersebut, agar ditertibkan sendiri oleh masing-masing partai,” imbuhnya.

Benny mengaku, prihatin dengan musibah yang dialami oleh pasutri tersebut.

Mestinya, kata Benny, kontestasi politik menjunjung tinggi perikemanusiaan.

Baca juga: Pengamat Tata Kota Tuntut Keberanian Pemda dan Bawaslu Tertibkan Baliho dan Spanduk Semrawut

“Hal ini sesuai dengan sila kedua Pancasila. Sikap perikemanusiaan harusnya direfleksikan dalam masa kampanye ini," ucapnya.

"Estetika kota juga harus dijaga sebagai wujud peradaban demokrasi di DKI Jakarta,” jelas Benny.

Diberitakan sebelumnya, sebuah bendera partai politik (parpol) di fly over Kuningan, Jalan Gatot Subroto, Mampang Prapatan, jatuh dan menimpa pengendara motor, Rabu (17/1/2024).

Pengendara yang tengah berboncengan itu, bernama M Salim (68) dan Oon (61). Keduanya merupakan pasangan suami istri.

Ratusan alat peraga kampanye (APK) seperti bendera partai terpasang di sepanjang fly over Pondok Kopi, kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (5/1/2024) dan Beberapa APK yang rusak dan dibiarkan di pinggir jalan fly over Pondok Kopi.
Ratusan alat peraga kampanye (APK) seperti bendera partai terpasang di sepanjang fly over Pondok Kopi, kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (5/1/2024) dan Beberapa APK yang rusak dan dibiarkan di pinggir jalan fly over Pondok Kopi. (Wartakotalive/Rendy Rutama Putra)

Kapolsek Mampang Prapatan, Kompol David Kanitero menuturkan, kejadian itu bermula ketika M Salim dan Oon tengah melintas di fly over Kuningan, sekira pukul 09.45 WIB.

Kemudian, saat akan melintas, bendera partai politik yang terpasang di pembatas jalan pun tersangkut di motor korban, hingga mengakibatkan korban terjatuh.

"Ada bendera partai yang terpasang di sepanjang Fly Over jatuh mengenai motor kemudian bendera tersebut terseret, dan tersangkut sehingga menyebabkan motor dan korban ikut terjatuh," kata Kanitero kepada wartawan, Rabu (17/1/2024).

Atas insiden itu, Kanitero mengatakan M. Salim alami lecet pada bagian kaki, hingga robek pada bagian pipi sebelah kanannya.

Sementara istri, Oon mengalami patah pergelangan tangan kiri, dan lecet pada bagian lututnya.

"Salim lecet bagian kaki, jari kaki, robek 12 jahitan bagian pipi sebelah kanan wajah di atas bibir. Kemudian Oon patah bagian tulang kering sebelah kiri, pergelangan tangan sebelah kiri dan lecet bagian lutut dan jari kaki," ucap Kanitero.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved