Rabu, 15 April 2026

Pilpres 2024

Semangat Gerilya Partai NasDem Membara Setelah Videotron Iklan Anies Baswedan Diturunkan Paksa

Ketua DPP Partai NasDem Bidang Pemilih Pemula Lathifa Al Anshori akui Partai NasDem semangat gerilyanya membara gara-gara videotron Anies diturunkan.

|
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: PanjiBaskhara
Istimewa
Ketua DPP Partai NasDem Bidang Pemilih Pemula Lathifa Al Anshori sebut Partai NasDem semangat gerilyanya membara gara-gara videotron Capres Nomor Urut 1, Anies Rasyid Baswedan diturunkan, Rabu (17/1/2024). 

WARTAKOTALIVE.COM SORONG - Reklame dalam bentuk videotron Capres nomor urut 1 Anies Rasyid Baswedan yang terpampang di wilayah Jakarta dan Bekasi diturunkan.

Kabar ini disampaikan Olppaemi Project melalui akun X yang merupakan penyelenggara proyek yang memasang iklan videotron Anies Baswedan yang benerja sama dengan Anies Bubble.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemkot Bekasi 'lepas tangan' dan melempar tanggungjawab kepada pihak swasta.

Merespons hal ini, Ketua DPP Partai NasDem Bidang Pemilih Pemula Lathifa Al Anshori menilai penurunan videotron Anies Baswedan ialah perlawanan politik.

Baca juga: Videotron Anies Diturunkan, NasDem: Harus Cari Tahu Siapa yang Perintahkan

Perlawanan politik yang eksplisit terhadap paslon Anies Baswedan-Abdul Muhaimin Iskandar, dari pihak berkuasa mayoritas, atau bahkan absolut, atas titik-titik videotron tersebut.

"Indonesia negara demokratis, apapun bentuk menyampaikan pendapat dan rasa tidak suka, perlu dihormati, walaupun ekstrim" ujar Lathifa kepada wartawan dalam keterbukaan, Rabu (17/1/2024).

Sebagai kaum muda di politik, Lathifa paham betul semangat pendukung-pendukung muda AMIN sangatlah tinggi sampai tim Anies Bubble dan Olppaemi Project bahu-membahu untuk pasang iklan sendiri.

"Pasang iklan videotron kan tidak murah dan perlu kerja keras juga, apalagi bagi anak muda. Tentu ini menjadi pengalaman kami yang tak terlupakan dan semakin membakar semangat pendukung 01 untuk semakin bergerilya" tutur Lathifa.

Apa saja yang janggal dalam penurunan videotron Anies Baswedan?

Menurut Lathifa perlu diketahui bagaimana pernyataan dari pihak swasta yang menghentikan iklan itu secara sepihak, mengap sampai saat ini belum ada keterangan.

"Apakah akan lepar batu, sembunyi tangan? Kalau business is business, berarti deal is deal. Setuju menerima pasang iklan, ya pasang."

"Saya rasa perlu dicari tahu bentuk business model yang dijalankan oleh perusahaan iklan yang menerima iklan tersebut di awal," ujar dia.

"Mungkin ada klausul pihak manajemen reklame dapat membatalkan iklan secara sepihak. Jadi, apa nama perusahaan reklame videotron dan biro agen pengiklannya?"

"Siapa pemilik atau pemegang sahamnya? Apakah murni swasta atau ada saham pemerintah daerahnya?" jelas Lathifa.

Sebab, lanjut Lathifa, pembatalan iklan sepihak disebut karena alasan ‘di luar kuasa’.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved