Kuliner
Rayakan ke-6 Tahun FOODPRINT Grand Indonesia, Ini Menu Favorit dari Tenant Baru yang Wajib Dicicipi
Rayakan ke-6 tahun, FOODPRINT Grand Indonesia kenalkan menu favorit dari tenant baru yang wajib dicicipi.
Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Mochamad Dipa Anggara
Selain itu terdapat juga Manggang, makanan khas Korea yang disesuaikan dengan lidah orang Indonesia melalui konsep ricebowl BBQ dengan sambal petirnya yang khas dan beberapa menu andalan lainnya seperti bibimbap, tteokbokki, jajangmyeon dengan sentuhan kearifan lokal Indonesia.
Manggang
Founder Manggang Carolina Agustin Yahya mengatakan, konsep dari Manggang adalah kuliner cepat saji Korea dengan kemasan yang lebih praktis.

"Menu andalan kita adalah bibimbap tapi nggak di restoran Korea yang otentik, tapi justru yang di fast food, konsepnya halal dan lebih terjangkau," ucapnya.
Kluckee
Selanjutnya yang terbaru di FOODPRINT yaitu Kluckee yang menawarkan menu nasi hainan, nasi lemak serta mie khas Singapore.

"Untuk nasi hainan nya dimasak dengan rempah-rempah berikut dengan ayam roasted yang sudah di marinasi selama delapan jam baru kita roasted kembali," sebut Area Manager Kluckee, Edo kepada Wartakotalive.com.
Selain makanan, Kluckee juga menyediakan kopi dan teh tarik yang dapat dinikmati dengan roti bakar srikaya khas Singapore.
Kedai Locale Express
Dari makanan Korea dan Singapura, beralih ke Kedai Locale Express yang mengadaptasi makanan lokal Indonesia dengan menambahkan tampilan yang unik dan modern seperti asam-asam iga, soto Lamongan dan mie nyemek yang selama bulan Oktober ini memberikan promosi spesial beli 2 dapat 3.

"Kedai Locale Express memang menyajikan makanan otentik Indonesia, yakni makanan kampung yang banyak diterima lidah masyarakat Indonesia dengan segmen market kita di usia 40 tahun keatas," ungkap PIC Kedai Locale Express, Karel
Just Coco
Untuk pilihan hidangan penutup, Just Coco yang juga baru beroperasi di bulan Agustus ini menawarkan varian minuman sehat dengan berbahan dasar air kelapa muda segar dan juga ice cream kelapa vegan.
Founder Just Coco, David mengungkapkan, bahwa dirinya menggunakan buah kelapa asli yang didatangkan dari Pangandaran, Jawa Barat, kemudian kelapa tersebut di belah menggunakan mesin.
"Air kelapanya kita ambil dan daging kelapanya kita kerok. Selanjutnya air kelapa dan daging kelapanya disimpan secara terpisah dan dimasukkan ke chiller untuk nantinya kita kirim ke outlet Just Coco dalam keadaan masih segar," jelas David.

Berdiri Sejak 1965, Toko Kopi Cap Bemo di Pasar Rawamangun Kini Tampil Lebih Modern |
![]() |
---|
Kolaborasi JAPFA Food dan Silk Bistro Sajikan Ayam Bakar Madu Olagud dan Mie Rawon Tokusen |
![]() |
---|
Scholarship Brew Buka Jalan Talenta Muda Indonesia ke Kancah Kuliner Internasional |
![]() |
---|
Nicky Tirta Ajak Ibu-ibu PKK Pesanggrahan Kurangi Pemakaian Garam di Masakan |
![]() |
---|
Ngobrolin Sambal, Kuncian Semua Citarasa Kuliner Nusantara |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.