Pendidikan
Unkris dan Pemkab Garut Kolaborasi Cegah Pernikahan Dini dan KDRT, Kasusnya Tinggi
Kasusnya tergolong tinggi, Unkris dan Pemkab Garut kolaborasi cegah pernikahan dini dan KDRT. Lakukan riset.
Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
WARTAKOTALIVE.COM, GARUT - Unkris dan Pemkab Garut kolaborasi cegah pernikahan dini dan KDRT, kasusnya tinggi.
Universitas Krisnadwipayana (Unkris) melakukan kerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Garut, Jawa Barat terkait program Tridarma Perguruan Tinggi.
Penandatanganan kesepakatan kerjasama tersebut dilakukan oleh Rektor Unkris Dr Ir Ayub Muktiono dan Bupati Garut Rudy Gunawan di kantor Bupati Garut, Sabtu (29/7/2023).
Baca juga: Rintis Bisnis Roti dan Magot, 2 Mahasiswi Unkris Dapat Modal dari Kemenpora dan Plt Wali Kota Bekasi
Bupati Garut, Rudy Gunawan menyampaikan bahwa kerjasama dengan akademisi dalam hal ini Unkris sangat penting dan strategis.
“Melalui Kerjasama dengan perguruan tinggi, kami dapat melakukan diskusi-diskusi untuk mendapatkan masukan, kajian ilmiah dari kalangan akademisi terkait pembangunan kabupaten Garut,” kata Rudy.
Menurut Rudy, memilih Unkris juga menjadi keputusan yang tepat.
Selain merupakan salah satu perguruan tinggi swasta yang sudah tua dan banyak berpengalaman, Unkris juga merupakan lembaga pendidikan tinggi yang banyak melahirkan tokoh-tokoh nasional.
Tentunya ini menjadi indikator bahwa Unkris merupakan perguruan tinggi yang bermutu dan berkualitas, sehingga menjadi pilihan masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tingginya.
“Kami melihat bahwa Unkris sangat responsif terhadap kebutuhan pemerintah daerah. Terbukti begitu kami ada kesepakatan kerjasama, pihak Unkris langsung memulai riset,” jelasnya.
Baca juga: Unkris Mewisuda 1.418 Lulusan di Sentul, KSAD Jenderal Dudung Abdurachman Sampaikan Orasi Ilmiah
Riset yang dilakukan oleh Unkris kali ini terkait upaya penceganan pernikahan dini dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang memang kasusnya cukup tinggi di Kabupaten Garut.
Bupati Garut berharap dengan keterlibatan akademisi Unkris dalam upaya pencegahan pernikahan dini dan KDRT, kasus-kasus pernikahan dini dan KDRT di kabupaten Garut bisa diminimalisir.
“Kami sangat terbantu dengan keterlibatan akademisi dari Unkris dalam mencari akar persoalan sekaligus solusi terkait kasus pernikahan dini dan KDRT di Garut,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama Rektor Unkris Ayub Muktiono mengatakan, riset terkait upaya pencegahan pernikahan dini dan KDRT menjadi salah satu bentuk kerjasama antara Unkris dengan Pemkab Garut.
“Kerjasama lainnya kita akan susun bersama. Seperti mekanisme pengiriman putra putri terbaik Kabupaten Garut untuk memanfaatkan beasiswa yang disediakan Unkris. Termasuk kami juga memberikan kesempatan beasiswa bagi anak yatim piatu dan para hafidz Al Qur’an. Semoga kesempatan ini bisa dimanfaatkan oleh putra-putri Garut,” jelasnya.
Terkait riset, Rektor menyatakan bahwa dalam riset nantinya Unkris akan berkolaborasi dengan Wellbeing Institute menggunakan metode penelitian Wellbeing.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Unkris-Kerjasama-dengan-Garut.jpg)