Sabtu, 25 April 2026

Tahun Baru Islam

Besok Libur, Ini Kisah antara 1 Muharram, 1 Sura dan Legenda Aji Saka

Libur Tahun Baru Hijriyah ternyata berhubungan erat dengan ritual kejawawen malam 1 suro dan legenda Aji Saka. Ini kisahnya.

|
Editor: Rusna Djanur Buana
KOMPAS.COM/ M Wismabrata
Tradisi mengarak kebo bule (kerbau Bule) dilakukan oleh Keraton Surakarta setiap malam 1 Suro. 

Di tempat itu, Aji Saka meminta Sembada untuk tinggal dan menjaga keris pusaka miliknya.

Aji Saka berpesan agar Sembada tidak menyerahkan keris itu kepada siapapun kecuali dirinya.

Perjalanan berlanjut tanpa Sembada hingga di sebuah tempat sebelum mencapai Medang Kamulan, Aji Saka meminta Dora untuk tinggal karena ia akan pergi seorang diri.

Baca juga: Jadwal Puasa Tasua, Asyura dan Ayyamul Bidh di Bulan Muharram 1444 Hijriah

Di Medang Kamulan, Aji Saka dengan kesaktiannya berhasil mengalahkan Prabu Dewata Cengkar yang gemar memakan manusia.

Usai berhasil menolong rakyat Medang Kamulan, Aji Saka kembali teringat dengan keris pusaka miliknya.

Aji Saka lantas menemui Dora dan memintanya agar mengambil keris pusaka yang masih dijaga oleh Sembada.

Dora memenuhi perintah Aji Saka dan segera berangkat menemui sahabatnya di Pegunungan Kendeng.

Setelah bertemu dan bercengkrama melepas kerinduan, Dora kemudian menyatakan maksud kedatangannya untuk menjemput keris pusaka Aji Saka.

Sembada memahami niat Dora untuk menjalankan pesan Aji Saka, namun ia juga kembali mengingatkan pesan junjungannya itu dan menolak untuk memberikan keris pusaka tersebut.

Baik Dora maupun Sembada kemudian beradu mulut dan bersikeras menjelaskan apa yang telah diperintahkan Aji Saka.

Baca juga: 20 Ucapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 Bisa Dikirim Lewat WhatsApp

Hal itu membuat perselisihan tidak terhindarkan, dan terjadilah pertarungan antara dua pengawal setia Aji Saka.

Di tempat lain, Aji Saka yang khawatir karena Dora tidak kunjung kebali akhirnya memutuskan untuk menyusul ke Pegunungan Kendeng.

Sampai di tempat yang dituju, Aji Saka sungguh terkejut melihat dua pengawal setianya telah tewas setelah saling beradu kesaktian.

Aji Saka lantas teringat pesannya pada Sembada yang menjadi awal mula tragedi berdarah ini, yang membuatnya merasa bersalah.

Karena rasa sedih sekaligus haru melihat kesetiaan dua pengawalnya dalam melaksanakan perintah hingga harus beradu nyawa, Aji Saka lalu memberikan penghormatannya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved