Jumat, 10 April 2026

Tahun Baru Islam

Besok Libur, Ini Kisah antara 1 Muharram, 1 Sura dan Legenda Aji Saka

Libur Tahun Baru Hijriyah ternyata berhubungan erat dengan ritual kejawawen malam 1 suro dan legenda Aji Saka. Ini kisahnya.

|
Editor: Rusna Djanur Buana
KOMPAS.COM/ M Wismabrata
Tradisi mengarak kebo bule (kerbau Bule) dilakukan oleh Keraton Surakarta setiap malam 1 Suro. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA--Hari Kamis (19/7/2023) besok merupakan tahun baru dalam kalender Islam atau lebih dikenal dengan tahun baru hijriyah atau tanggal 1 muharram 1445.

Hari itu telah ditetapkan pemerintan sebagai libur nasional. Bagi kalangan masyarakat Jawa, tanggal tersebut dikenal dengan sebutan tanggal 1 Sura.

Lantas bagaimana asal usul sehingga dikenal dengan sebutan malam 1 Sura?

Pada zaman Mataram Islam di bawah Sultan Agung Adi Prabu Hanyakrakusuma (1613-1645), penanggalan Muharram dinamai Suro.

Sultan Agung berinisiatif mengubah sistem kalender Saka, yang merupakan perpaduan Jawa asli dan Hindu.

Kemudian, Sultan Agung memadupadankan kalender Saka dengan penanggalan Hijriyah.

Inisiatif ini sangat unik karena kalender Saka menggunakan penghitungan dengan pergerakan matahari, sementara Hijriyah menggunakan pergerakan bulan.

Baca juga: Keistimewaan Bulan Muharram dan Anjuran Puasa Sunah

Kalender Hijriyah pada masa itu banyak digunakan oleh masyarakat pesisir yang memiliki pengaruh Islam yang kuat.

Sedangkan kalender Saka banyak digunakan oleh masyarakat Jawa pedalaman.

Ternyata, Sultan Agung ingin menyatukan masyarakat Jawa yang saat itu terpecah menjadi kaum Abangan (Kejawen) dan Putihan (Islam).

Dalam kepercayaan Kejawen, Malam 1 Suro dianggap istimewa.

Dalam buku "Misteri Bulan Suro Perspektif Islam Jawa" dijelaskan, penganut kejawen percaya, Suro adalah bulan kedatangan Aji Saka ke Pulau Jawa untuk mengusir makhluk gaib.

Alkisah, Sosok Aji Saka dipercaya berkaitan dengan awal mula munculnya aksara Jawa yang dikenal hingga saat ini.

Menurut cerita tersebut, Aji Saka adalah seorang pemuda sakti dari Majethi yang memiliki dua orang punggawa (abdi) yang setia bernama Dora dan Sembada.

Baca juga: Peringati 10 Muharram, 1.750 Nasi Bungkus Dibagikan ke Anak Yatim di Koja

Suro juga dipercaya sebagai bulan kelahiran aksara Jawa.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved