Selasa, 21 April 2026

Tahun Baru Islam

Besok Libur, Ini Kisah antara 1 Muharram, 1 Sura dan Legenda Aji Saka

Libur Tahun Baru Hijriyah ternyata berhubungan erat dengan ritual kejawawen malam 1 suro dan legenda Aji Saka. Ini kisahnya.

|
Editor: Rusna Djanur Buana
KOMPAS.COM/ M Wismabrata
Tradisi mengarak kebo bule (kerbau Bule) dilakukan oleh Keraton Surakarta setiap malam 1 Suro. 

Istilah Suro

Istilah Suro merupakan penyebutan yang berasal dari 'Asyura (bahasa Arab) yang berarti kesepuluh.

Tanggal 10 bulan Muharram bagi masyarakat Islam memiliki arti yang sangat penting.

Memang dasar-dasarnya tidak begitu sahih atau kuat, namun itu telah menjadi tradisi bagi masyarakat muslim.

Karena pentingnya tanggal itu, oleh masyarakat Islam Indonesia, Jawa utamanya, tanggal itu akhirnya menjadi lebih terkenal dibanding nama bulan Muharram itu sendiri.

Yang lebih populer adalah Asyura, dan dalam lidah Jawa menjadi "Sura" atau "Suro".

Jadilah kata "Suro" sebagai khazanah Islam-Jawa asli sebagai nama bulan pertama kalender Islam maupun Jawa.

Dalam pandangan masyarakat Kejawen, mereka cenderung menghindari melakukan hajatan pernikahan pada bulan Muharram.

Baca juga: Benarkah Puasa Asyura 10 Muharram Terkait dengan Kebiasaan Orang Yahudi?

Hal ini karena masyarakat Islam-Jawa memiliki anggapan, bulan Suro atau Muharram merupakan bulan yang paling agung dan termulia, sebagai bulan (milik) Gusti Allah.

Karena terlalu mulianya bulan Suro ini, maka dipercayai hamba atau manusia "tidak kuat" atau memandang "terlalu lemah" untuk menyelenggarakan hajatan pada bulan Allah itu.

Hal tersebut dijelaskan dalam buku Misteri bulan Suro: perspektif Islam Jawa yang ditulis oleh Muhammad Sholikhin.

Cerita Aji Saka

Lantas, bagaimana kisah Aji Saka hingga kemudian disebut sebagai tokoh yang menciptakan aksara Jawa?

Alkisah di Medang Kamulan, datang seorang pemuda sakti yang bernama Aji Saka bersama dua pengawalnya yaitu Dora dan Sembada.

Saat mereka tengah dalam perjalanan menuju Medang Kamulan, Aji Saka dan dua pengawalnya sempat terhenti di daerah Pegunungan Kendeng.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved