Pilpres 2024

Resmi Dukung Prabowo Subianto, Immanuel Ebenezer: Beliau Sosok Punya Nyali dan Tegas Mengambil Sikap

Meski mendukung Prabowo Subianto, Immanuel Ebenezer menghargai kandidat lain seperti Puan Maharani, Anies Baswedan hingga Ganjar Pranowo.

Penulis: Alfian Firmansyah | Editor: Feryanto Hadi
Surya.co.id/Yusron Naufal Putra
Foto: Immanuel Ebenezer 

"Ya mana kita tahu gitu loh, pokoknya aku nggak mau komentari lah," tuturnya.

Sebelumnya, kelompok relawan Ganjar Pranowo (GP) Mania resmi membubarkan diri.

Ketua Umum GP Mania Immanuel Ebenezer menyampaikan, bahwa GP Mania ini sudah mendeklarasikan di berbagai daerah.

"Ada di DKI Jakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Aceh, Jambi, Kalimantan, Sulawesi, dan Daerah lainnya," ujar Noel.

Noel mengatakan, sejak HUT PDIP beberapa waktu lalu, Megawati Soekarnoputri tidak mengumumkan siapa yang diusung dari partainya terkait calon presiden 2024.

"Padahal, publik menunggu dan sekaligus bseharap agar diumumkan capres PDIP, dan harapan itu tentu ke Ganjar Pranowo," tutur Noel.

Baca juga: Ganjarist Bersyukur dan Berterima Kasih GP Mania Tidak Lagi Mendukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024

"Dengan tidak diumumkan nama ganjar, publik bertanya tanya, dan galau, terutama pendukung ganjar. Jangan-jangan Pak Ganjar tidak akan diusung oleh PDI. Atau jangan jangan juga pak Ganjar tidak ingin mencalonkan diri sebagai presiden," tambah Noel.

Noel menegaskan, GP Mania sudah tidak lagi mendukung Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024.

Karenanya kata Noel, ia membubarkan organisasinya tersebut.

"Meminta kepada seluruh pengurus relawan, tetap dalam satu barisan, sambil menunggu arahan atau keputusan akan diarahkan kemana dukungan capres cawapres untuk 2024 mendatang," tutur Noel.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Ahmad Gojali Harahap juga menambahkan, ada sejumlah alasan GP Mania dibubarkan.

Pertama, Ketidakpastian Ganjar Pranowo dicalonkan sebagai Capres.

Baca juga: Pasangan Ganjar-Puan Tersingkir di Putaran Pertama Jika PDIP Tak Berkoalisi di Pilpres 2024

Kedua, Ganjar Pranowo tidak mampu meyakinkan rakyat, pendukungnya dan partainya, untuk dijadikan sebagai capres 2024.

"Ketiga, tidak adanya nilai lebih yang ditonjolkan oleh Ganjar Pranowo sebagai capres baik dalam hal gagasan, maupun program untuk membangun Indonesia yang lebih maju dan lebih baik, di masa yang akan datang," ujar Akhmad

Kemudian, keempat yaitu Ganjar Pranowo diyakini bukan sosok yang tepat melanjutkan kepimpinan pasca Presiden Joko Widodo.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved