Kuliner Jakarta

Kuliner Jakarta: Ketan Susu Kemayoran Buka 24 Jam jadi Primadona Sejak 1958

Kuliner Jakarta legendaris kali ini berada di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat namanya Ketan Susu Kemayoran yang buka 24 jam

Wartakotalive/Nuri Yatul Hikmah
Ketan Susu Kemayoran, Jakarta Pusat buka 24 Jam menyajikan ketan pulen dan aneka gorengan 

WARTAKOTALIVE.COM, KEMAYORANKuliner Jakarta legendaris kali ini berada di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat namanya Ketan Susu Kemayoran yang buka 24 jam 

Seporsi ketan hangat beserta taburan kelapa dan susu, ditambah gorengan yang renyah saat masuk ke dalam mulut, menjadi primadona semua kalangan yang mampir di kedai kecil sejak 1958 ini.

Ketan Susu Kemayoran atau Tansu Kemayoran, begitulah panggilan akrabnya di telinga masyarakat.

Berada di sebuah gang sempit yang hanya bisa dilewati dua motor, Tansu Kemayoraan tak pernah sepi pembeli.

Hendak datang pada jam berapapun, pembeli harus siap berburu tempat atau sedia bergeser apabila pembeli lainnya datang.

Terlebih, jika anda datang pada jam-jam pulang kerja, mulai dari pukul 16.00 WIB hingga 20.00 WIB, sudah dipastikan akan sulit mendapatkan tempat duduk.

Baca juga: Kuliner Jakarta: Es Doger Podeng Mang Apay Kumis Tea Matraman, Bangkit Usai Bangkrut Tahun 1998

Ketan Susu Kemayoran sejak 1958 menyajikan ketan diberi susu kental manis dimakan dengan aneka gorengan
Ketan Susu Kemayoran sejak 1958 menyajikan ketan diberi susu kental manis dimakan dengan aneka gorengan (Wartakotalive/Nuri Yatul Hikmah)

Pasalnya, Tansu Kemayoran buka selama 24 jam sejak 65 tahun silam, dan cita rasanya tak pernah berubah, meskipun sudah berganti dari tangan ke tangan. 

Sanusi (40), salah satu cucu H. Sudrat, sang pencetus Tansu Kemayoran bercerita, mulanya sang kakek berjualan dengan cara berkeliling.

Hingga akhirnya, ia menemukan pangkalan di daerah Kemayoran, tepatnya di Jalan Kemayoran Gempol, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat atau di seberang Polres Metro Jakarta Pusat.

Sampai saat ini, tak pernah selangkah pun pangkalan Tansu Kemayoran bergeser.

Meskipun pelanggannya sudah menjamur hingga kerap kali memakan bahu jalan, lantaran ruang gerak yang sempit.

"Pertamanya itu tahun 1958, yang nyetusinnya kakek saya, H. Sudrat. Dulu katanya keliling muter-murer lapang, terus ya ketemu pangkalan, habis itu menetap di sini," ujar Sanusi saat ditemui di Tansu Kemayoran, Jalan Kemayoran Gempol, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (5/2/2023).

Baca juga: Kuliner Jakarta: Gulai Kepala Ikan Menu Favorit Jokowi dan Heru Budi Hartono di RM Medan Baru

Sanusi bercerita, mulanya panganan ini diperuntukkan bagi mereka dengan ekonomi menengah ke bawah, seperti buruh, petani, hingga tukang becak.

Namun seiring berjalannya waktu, masyarakat kelas menengah ke atas hingga pejabat pun kerap mampir untuk mencicipi makanan legendaris ini.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved