Kamis, 14 Mei 2026

Polisi Tembak Polisi

Baca Replik, Jaksa Sebut Tim Kuasa Hukum Telah Sesatkan Putri Candrawathi

Jaksa penuntut umum (JPU) menilai bahwa tim kuasa hukum sudah menyesatkan Putri Candrawathi karena membantu mengaburkan fakta pembunuhan Brigadir J

Tayang:
Akun YouTube Kompas TV
Putri Candrawathi menjalani sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J di PN jakarta Selatan, Rabu (25/1/2023) dengan agenda pembacaan pleidoinya selaku terdakwa. Jaksa penuntut umum (JPU) menilai bahwa tim kuasa hukum sudah menyesatkan Putri Candrawathi dengan menutupi fakta sebenarnya dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat alias Briagadir J. Hal itu dikatakan JPU saat membacakan repliknya atas pleidoi Putri Candrawathi di sidang lanjutan pembunuhan Brigadir J di PN Jakarta Selatan, Senin (30/1/2023). 

Dalam pleidoinya, Bharada E meminta dibebaskan dari segala tuntutan karena dirinya sudah berkata jujur dalam peristiwa pembunuhan Brigadir J.

Berikut sejumlah poin yang diungkapkan Ricky Rizal dalam pleidoinya yang dihimpun Tribunnews.com:

-Diperalat dan Disia-siakan Ferdy Sambo

Dalam pembelaannya Bharada E mengungkap dirinya merasa dibohongi Ferdy Sambo.

Bharada E mengaku tidak pernah menyangka kalau insiden penembakan terhadap Brigadir J akan menyeretnya sebagai terdakwa.

"Saya tidak pernah menduga apalagi mengharapkan atas peristiwa yang sekarang menimpa diri saya, di masa awal-awal pengabdian saya atas kecintaan saya terhadap Negara, dan kesetiaan kepada Polri," kata Bharada E.

Bharada E menyesalkan, karena peristiwa ini terjadi di masa-masa awal kecintaanya sebagai aparat penegak hukum kepada institusi Polri

Dia menyebut, pangkatnya yang hanya seorang Bharada ternyata diperalat oleh Ferdy Sambo yang merupakan jenderal poisi bintang dua.

Baca juga: Dugaan Putri Candrawathi Selingkuh dengan Brigadir Yosua Terungkap dari Pemeriksaan Poligraf

"Di mana saya yang hanya seorang prajurit rendah berpangkat Bharada yang harus mematuhi perkataan dan perintahnya, ternyata saya diperalat, dibohongi dan disia-siakan," ucap Bharada E.

-Dimusuhi Ferdy Sambo dan Ajudan Lain

Bahkan kata dia, kejujurannya untuk mengungkap perkara soal tewasnya Brigadir J ini malah membuatnya dimusuhi oleh Ferdy Sambo dan beberapa anggota ajudan lain.

Atas hal itu, dirinya mengaku merasa hancur dan menjadi rekam jejak yang menyakitkan selama hidupnya.

"Bahkan kejujuran yang saya sampaikan tidak dihargai malahan saya dimusuhi. Begitu hancurnya perasaan saya dan goyahnya mental saya, sangat tidak menyangka akan mengalami peristiwa menyakitkan seperti ini dalam hidup saya," kata Bharada E.

"Namun saya berusaha tegar," kata dia.(bum)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News

 

Sumber: WartaKota
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved