Rabu, 22 April 2026

Berita Jakarta

Lima Nakes Gugur di Wisma Atlet, Kolonel Mintoro Sumego: Kami 'Berperang Melawan Semesta'

Menurut Kolonel Mintoro Sumego, mengatasi Covid-19 adalah sebuah catatan panjang bak perang melawan semesta.

Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Nuri Yatul Hikmah
Koordinator Humas Wisma Atlet Kemayoran Kolonel Mintoro Sumeg 

Ketika itu kami sangat kekurangan oksigen, dan kami banyak dapat bantuan dari mana-mana, dari kementerian, lembaga, atau perorangan. Relawan pun banyak saat itu, ada 3.000 relawan yang di-standby kan.

Ada lagi kenaikan pada 2022, bulan Februari varian Omicron, setelah itu bulan April maupun Mei mulai melandai lagi.

Sampai hari ini (ketika wawancara berlangsung--red), tidak ada pasien lagi yang dirawat di Wisma Atlet Kemayoran.

Dari situ pemerintah, memerintahkan kami untuk mengoptimalisasi Wisma Atlet ini yaitu kami siapkan di tower 6 saja. Tower 6 itu terdiri atas 1.651 tempat tidur, IGD, ICU, INCU, HCU, yang jumlah tempat tidurnya ada 97.

Saat ini kami standby kan relawan-relawan ada 214 relawan.

Baca juga: Kisah Nakes Wisma Atlet Kemayoran 9 Jam Pakai APD Sampai Kewalahan Tak Sanggup Lagi

Pada saat kasus mencapai angka tertinggi, apakah ada peralihan fungsi ruangan di Wisma Atlet, bagaimana skenarionya?

Jadi pada saat itu disesuaikan dengan kondisi. IGD sendiri saat itu tidak 30 tempat tidur, tapi sejak ada Delta kami naikkan jumlahnya, begitu juga dengan ICU, dan INCU, dan HCU kami naikkan jumlahnya.

Lalu alat-alat medis dan tempat tidur juga kami tambah. Waktu itu kami dapat bantuan dari Kementerian Keuangan, kalau tidak salah.

Ada 500 tempat tidur, kami standby kan di ruang ICU, memang untuk perawatan pasien.

Jumlah pasien yang dirawat di Wisma Atlet ini cukup banyak, jadi kalau ditotal itu hampir 131.195 orang yang pernah dirawat di sini.

Jumlah relawan yang pernah ada, membaktikan dirinya di Wisma Atlet itu lebih dari 16.000 orang, dengan lima orang pahlawan kami yang gugur di Wisma Atlet ini, jadi waktu itu cukup banyak.

Baca juga: Petugas Nakes Resah Jadi Pengangguran, Buntut Penutupan RSDC Wisma Atlet Kemayoran

Bagaimana suka dukanya ketika bertugas di Wisma Atlet, terlebih sebagai kepala humas?

Kami sudah Lillahi Ta'ala (karena Allah SWT), kalau orang lain mau bilang apa, silakan, yang penting kami melaksanakan tugas ini dengan senang hati, rasa tanggung jawab, dengan sepenuh hati karena kami merawat pasien.

Kami bandingkan, pernah satu sisi di Wisma Atlet ini, pasien masuk hampir sekitar 500 pasien satu hari, itu kami ya memberikan pelayanan dengan baik saja.

Relawan yang ada di sini pun hampir tidak pernah pulang ya, saya pun tidak pernah pulang. Setiap pulang kami PCR dulu, kalau negatif, baru pulang.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved