Jumat, 10 April 2026

Berita Jakarta

Lima Nakes Gugur di Wisma Atlet, Kolonel Mintoro Sumego: Kami 'Berperang Melawan Semesta'

Menurut Kolonel Mintoro Sumego, mengatasi Covid-19 adalah sebuah catatan panjang bak perang melawan semesta.

Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Nuri Yatul Hikmah
Koordinator Humas Wisma Atlet Kemayoran Kolonel Mintoro Sumeg 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Rumah Sakit Darurat Covid-19 atau RSDC Wisma Atlet Kemayoran Jakarta dihentikan operasionalnya per 31 Desember 2022 lalu.

Dari tujuh menara, kini tinggal satu menara yang masih disiagakan untuk merawat pasien Covid-19. Enam menara lain dikembalikan ke Kementerian PUPR selaku penanggung jawab.

Sampai kapan satu menara tersebut beroperasi?

Jurnalis Warta Kota Nuriyatul Hikmah berkesempatan mewawancarai Koordinator Humas Wisma Atlet Kemayoran Kolonel Mintoro Sumego, Sabtu (31/12) lalu.

Ia menjelaskan seputar pengalaman mengelola RSDC Wisma Atlet.

Menurut Mego, sapaan akrabnya, mengatasi Covid-19 adalah sebuah catatan panjang.

Ia mengibaratkan bak perang melawan semesta.

Baca juga: Nakes Bayu Mengenang Hari Pertama Datang di Wisma Atlet Kemayoran Merasa Deg-degan

Berikut hasil wawancara Warta Kota bersama Kolonel Mintoro Sumego yang berlangsung di Menara 6 RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat:

Wisma Atlet akan ditutup sepenuhnya pada 31 Maret 2023 mendatang.  Bisa diceritakan bagaimana operasional RSDC Wisma Atlet sejak pertama kali Covid-19 mencuat?

Kami diperintahkan bapak Presiden Joko Widodo untuk memberikan tempat isolasi terpadu kepada masyarakat dan wisma yang punya tujuh tower ini menjadi pilihan.

Waktu itu di tower 3 untuk perawatan pertama dan sampai perkembangannya akhirnya berubah.

Tower 1 untuk pengamanan, tower 2 dan 3 untuk tempat tinggal relawan, tower 4, 5, 6, 7 untuk tempat perawatan pasien.

Dalam perjalanannya, kami cukup banyak mengalami naik turun.

Pertama, pada bulan Maret dan April 2020, pasien kami ada 5.000, waktu itu memang kami siapkan sekitar 6.000 tempat tidur, jadi 90 persen.

Lalu Natal dan Tahun Baru (Nataru) bulan Februari 2021, kami naik lagi (kasusnya) dan yang paling tinggi, pasien kami pada bulan Juni 2021, yaitu ketika negara dilanda oleh varian Delta. Pasien kami saat itu mencapai 7.167 dari 8.000 tempat tidur yang kami siapkan.

Baca juga: Bayu Sulit Lupakan Momen Pilu Sebagai Relawan Covid-19 di Wisma Atlet

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved