Dugaan Korupsi

Kamaruddin Geram Kliennya Tetap Diperiksa Sebagai Tersangka Korupsi Meski Menang Praperadilan

Kamaruddin Simanjuntak selaku kuasa hukum pengusaha asal Semarang yakni Agus Hartono, geram kliennya tetap akan diperiksa sebagai tersangka

Akun YouTube Metro TV
Kamaruddin Simanjuntak di acara kontroversi Metro TV. Kamaruddin geram karena kini kliennya pengusaha asal Semarang yakni Agus Hartono, tetap dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi yang sebelumnya ditetapkan Kejati Jawa Tengah, meski sudah menang praperadilan dan jaksa yang menetapkan tersangka diperiksa Komjak karena dugaan pemerasan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Kamaruddin Simanjuntak selaku kuasa hukum pengusaha asal Semarang yakni Agus Hartono, meradang karena kliennya tetap dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi yang sebelumnya ditetapkan Kejati Jawa Tengah.

Agus Hartono ditetapkan tersangka korupsi dana Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) Cabang Semarang ke PT Seruni Prima Perkasa.

Dalam surat panggilan yang ditandatangani Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jateng, Prihatin, pemanggilan Agus Hartono dilakukan pekan depan. 

Agus dipanggil untuk didengar dan diperiksa sebagai tersangka selaku Komisaris Utama PT Seruni Prima Perkasa.

Kamaruddin Simanjuntak, menilai pemanggilan kliennya saat ini merupakan bentuk kesewenang-wenangan penyidik Pidsus Kejati Jateng.

Sebab kliennya sudah menang praperadilan di PN Semarang atas status tersangkanya, dan jaksa yang menetapkan Agus Hartono sebagai tersangka sedang diperiksa oleh Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejadung dan Komisi Kejaksaan (Komjak) atas dugaan pemerasaan terhadap Agus, senilai Rp 10 Miliar.

Baca juga: Gugatan Praperadilan Dikabulkan Hakim, Kamaruddin Desak KPK Usut LHKPN Jaksa yang Peras Kliennya

"Saat ini Jamwas dan Komjak sedang melakukan pemeriksaan terkait percobaan pemerasan Rp 10 miliar. Namun, jaksa penyidik yang diperiksa, justru memanggil klien kami yaitu Agus Hartono, untuk diperiksa sebagai tersangka. Jelas itu kesewenang-wenangan," kata Kamaruddin, Rabu (7/12/2022).

Menurut Kamaruddin, penyidik Pidsus Kejati Jateng sebagai pihak yang ikut diperiksa terkait dugaan pelanggaran disiplin dan penyalahgunaan wewenang, mestinya menghormati upaya yang dilakukan Jamwas dan Komjak sembari menunggu hasil pemeriksaan.

"Kalau penyidik Kejati Jateng manggil klien kami saat ini, berarti tidak menghormati Jamwas, Kejagung, dan Komjak. Penyidiknya saja masih bermasalah dan diperiksa Jamwas, kok memaksakan memanggil lagi klien kami sebagai tersangka," kata Kamaruddin heran.

Selain itu, kata Kamaruddin, Hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang telah menyatakan penetapan tersangka Agus Hartono atas dugaan tindak pidana korupsi terkait pemberian fasilitas kredit dari Bank Mandiri ke PT Citra Guna Perkasa, tidak sah dan tidak berkekuatan hukum.

Baca juga: Kamaruddin Tuding Kliennya Diperas Rp10 Miliar Oleh Sekertaris Jampidsus Kejagung

Dari putusan praperadilan, kata Kamaruddin, Hakim tunggal R Azharyadi Priakusumah menyatakan bahwa penyidik Pidsus Kejati Jateng banyak melakukan kesalahan dalam melakukan penyidikan perkara tersebut.

"Dalam pemeriksaan dan eksaminasi putusan praperadilan, banyak kesalahan dilakukan penyidik dalam melakukan penyidikan. Ini ada apa? Kok penyidik dengan sewenang-wenangnya memanggil klien kami lagi saat ini, justeru ketika klien kami dan penyidik sedang diperiksa oleh Jamwas di kantor Kejati Semarang," kata Kamaruddin.

Karenanya, Kamaruddin meminta Jamwas dan Komjak untuk bertindak tegas dalam proses pemeriksaan terkait dugaan percobaan pemerasan yang dilakukan oknum penyidik Kejati Jateng dan perilaku kesewenang-wenangan penyidik terhadap kliennya.

"Kami meminta Jamwas dan Komjak menghentikan bentuk kesewenang-wenangan penyidik Kejati Jateng sampai dugaan percobaan pemerasan selesai ditangani," katanya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved