Pemilu 2024

Waketum PPP: Mekanisme Pengundian Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu Masih yang Terbaik

Jangan sampai ada sebagian pihak parpol merasa tak terakomodasi haknya karena adanya wacana tersebut.

Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Henry Lopulalan
PPP menilai mekanisme pengundian nomor urut partai politik di setiap pemilihan umum pemilu), harus tetap dilakukan. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menilai mekanisme pengundian nomor urut partai politik di setiap pemilihan umum pemilu), harus tetap dilakukan.

Karena, menurut Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani, pengundian memberikan hak yang sama bagi para partai peserta pemilu, termasuk partai baru yang lolos verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Karena di dalam tahapan pemilu itu diatur, dalam peraturan KPU itu kan ditentukan tentang pengundian."

Baca juga: Tak Bersifat Darurat, Aturan Nomor Urut Parpol Masuk Perppu Pemilu Dinilai Tidak Tepat

"Karena semua partai punya hak yang sama," kata Arsul kepada awak media, dikutip pada Kamis (17/11/2022).

Arsul menyebut, perlunya musyawarah perihal penentuan nomor urut partai politik, jangan sampai partai dengan suara terbesar saja yang bisa menentukan mekanisme tahapan pemilu.

"Kalau ketika kita bicara untuk penyelenggaran pemilu itu, kan tidak ada cerita kemudian voting karena kursinya banyak, katakanlah dia menjadi suaranya banyak, ini kan semua harus kita musyawarahkan," papar Arsul.

Baca juga: Pemimpin G20 Takjub dengan Kemegahan Acara Makan Malam di GWK, Joe Biden Sampai Ogah Pulang

Oleh karena itu, PPP, kata Arsul masih memilih mekanisme pengundian untuk partai politik yang lolos verifikasi KPU, untuk mendapatkan nomor urutnya.

Sebab, jangan sampai ada sebagian pihak parpol merasa tak terakomodasi haknya karena adanya wacana tersebut.

"Saya kira sistem yang sudah berjalan selama ini, di mana setiap pemilu kemudian kita undi itu masih yang terbaik, kira kira seperti itu."

Baca juga: Rapat Dadakan di KTT G20 Bali, Pemimpin NATO dan G7 Kutuk Serangan Rudal ke Polandia

"Karena kami khawatir kalau itu kami setujui nanti, partai yang di luar parlemen, apalagi partai yang ternyata nanti memenuhi syarat untuk ikut pemilu."

"Karena ikut pemilu, karena lolos juga di verifikasi faktual, juga akan merasa tanda kutip ya terkurang haknya, karena untuk mendapat nomor yang mereka sukailah," beber Arsul.

Makan Banyak Biaya Ganti Alat Peraga

Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri mengusulkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tak mengubah nomor urut partai politik calon peserta Pemilu 2024, alias sama seperti Pemilu 2019.

Megawati mengusulkan hal itu saat pelantikan Abdullah Azwar Anas sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di Istana Negara.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved