Calon Panglima TNI

Tak Ada Opsi Perpanjangan Masa Jabatan, Bakal Ada Kekosongan Panglima TNI Jika Surpres Telat Dikirim

DPR, kata dia, akan memasuki masa reses pada 16 Desember 2022 hingga 9 Januari 2023.

Editor: Yaspen Martinus
Youtube Jenderal Andika Perkasa
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa akan mengakhiri masa dinas aktifnya pada 31 Desember 2022, dan memasuki masa pensiun pada 1 Januari 2023. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa akan mengakhiri masa dinas aktifnya pada 31 Desember 2022, dan memasuki masa pensiun pada 1 Januari 2023.

Artinya, kata Khairul Fahmi, pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), masih ada waktu cukup panjang bagi Presiden Jokowi menyerahkan usulan nama calon Panglima TNI kepada DPR.

"Hanya saja, mengingat dua dari tiga kandidat yang ada saat ini memiliki masa dinas aktif cukup singkat (Dudung dan Yudo akan pensiun pada 1 Desember 2023)."

"Jika salah satu dari mereka yang ditunjuk, maka masa kerja mereka juga akan lebih singkat, bisa-bisa kurang dari setahun," kata Fahmi saat dihubungi Tribunnews, Kamis (17/11/2022).

DPR, kata dia, akan memasuki masa reses pada 16 Desember 2022 hingga 9 Januari 2023.

Presiden, lanjut Fahmi, semestinya mengirim surpres sebelum DPR memasuki masa reses, sehingga usulan tersebut bisa dibahas dan disetujui sebelum 16 Desember 2022.

Baca juga: Bareskrim Segera Umumkan Tersangka Kasus Obat Sirop Penyebab Gangguan Ginjal Akut

"Karena kalau terlambat, maka pembahasan baru bisa dilakukan setelah DPR memasuki masa sidang berikutnya."

"Dan itu berarti melewati masa pensiun Jenderal Andika. Jika demikian, bisa terjadi kekosongan Panglima TNI definitif," jelas Fahmi.

Namun demikian, menurutnya kecil kemungkinan akan terjadi kekosongan Panglima TNI definitif, mengingat Presiden masih punya waktu cukup panjang.

Baca juga: Elektabilitas Tembus 6,2 Persen, Hary Tanoesoedibjo: Perindo Harus Jadi Partai Besar

Selain itu, menurutnya sepanjang sejarah tidak pernah ada kekosongan Panglima TNI definitif.

Waktu yang tersisa sebelum DPR reses tersebut, kata dia, masih bisa digunakan presiden untuk menimbang dengan saksama, sebelum menyampaikan usulan calon Panglima TNI kepada DPR.

Lalu, bagaimana dengan kemungkinan perpanjangan masa jabatan Andika sebagai Panglima TNI?

Baca juga: Waketum NasDem Bilang Gibran Berpeluang Jadi Cawapres Anies, Andi Arief: Jangan Tawarkan Sana-sini

Menurut Fahmi, Undang-undang TNI tidak mengenal opsi perpanjangan masa jabatan Panglima TNI tersebut.

"Undang-Undang Nomor 34 tahun 2004 tidak mengenal opsi perpanjangan," ucap Fahmi.

Menurut dia, saat ini kita hanya bisa menebak-nebak mengapa sampai saat ini Presiden belum juga menyampaikan surpres usulan nama calon Panglima TNI kepada DPR.

Baca juga: Waketum PPP: Mekanisme Pengundian Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu Masih yang Terbaik

Fahmi mengatakan soal itu hanya Presiden yang mengetahui alasannya.

"Tapi kemungkinan terkait dengan agenda pengamanan KTT G20 kemarin, serta memberi kesempatan memaksimalkan pengabdian dan penuntasan agenda-agenda prioritas Jenderal Andika."

"Yang memang, jika tidak ada perubahan kebijakan dalam waktu dekat, segera akan berakhir," beber Fahmi. (Gita Irawan)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved