Sejarah Jakarta

Sejarah Jakarta: Asal Usul Dinamakan Lapangan Banteng Yang Jadi Tempat Berkubang Banteng

Lapangan Banteng melekat erat dengan Sejarah Jakarta. Lapangan yang terletak di Sawah Besar, Jakarta Pusat itu lekat dengan peristiwa Sejarah

Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany
Warta Kota/Anggie Lianda Putri
Selama setahun perawatan, Lapangan Banteng masih tanggung jawab Sinar Mas, kemudian ke depan baru menjadi tanggung jawab Pemrov DKI 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Lapangan Banteng melekat erat dengan Sejarah Jakarta. Lapangan yang terletak di Sawah Besar, Jakarta Pusat itu lekat dengan peristiwa Sejarah di Jakarta.

Bagaimana tidak, dalam Sejarah Lapangan Banteng, lapangan seluas 230x250 meter itu sudah ada sejak zaman penjajahan Hindia Belanda. 

Bahkan, bukan kali ini saja ada produk seni di Lapangan Banteng berupa Patung Pembebasan Irian Barat.

Di era Hindia Belanda, saat Jakarta masih bernama Batavia terdapat patung singa. 

Pada era kolonial Belanda, lapangan ini bernama "Waterlooplein". 

Namun, pada masa itu, lapangan ini lebih dikenal dengan sebutan Lapangan Singa. 

Nama itu dipilih karena dahulu di tengahnya terpancang tugu peringatan kemenangan pertempuran Waterloo, dengan patung singa di atasnya. 

Patung itu dibangun untuk merayakan kekalahan Prancis yang tidak lagi berkuasa di Indonesia. 

Maka dari itu Waterlooplein artinya adalah lapangan warterloop. Nama ini memang berbau atau bercerita tentang perang Perancis dan mengejek Perancis karena kalah dalam perang pada tahun 1815.

Selain Patung Singa, Hindia Belanda juga pernah menaruh Patung pendiri Batavia di Lapangan Banteng.

Patung seorang pendiri kota Batavia itu dibangun pada tahun 1876. 

Patung tersebut dibuat oleh kolonial Belanda untuk mengenang 257 tahun Jayakarta yang ditaklukan oleh pendiri kota Batavia tersebut.

Baca juga: Sejarah Jakarta: Makna Bundaran HI yang Berada di Jantung Ibu Kota Jakarta

Namun pada tahun 1942, seluruh patung bernuansa kolonialisme dihancurkan, tepatnya saat Jepang menduduki Indonesia pada masa pemerintahan Hindia Belanda. 

Hal itu dilakukan semata untuk memperkuat propaganda Jepang kepada rakyat Indonesia pada saat itu.

Kemudian, pada sejarah kemerdekaan Indonesia, Presiden Soekarno menaruh Monumen Pembebasan Irian Barat di Lapangan Banteng

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved