Polisi Tembak Polisi

Jaksa Penuntut Umum Minta Hakim Tolak Semua Eksepsi Ferdy Sambo

JPU minta Majelis Hakim menolak eksepsi atau nota keberatan atas terdakwa Ferdy Sambo atas kasus pembunuhan Brigadir Yoshua

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Dian Anditya Mutiara
Wartakotalive/Ramadhan LQ
JPU meminta hakim tidak kabulkan eksepsi Ferdy Sambo. Foto persidangan Kamis (20/10/2022) 

WARTAKOTALIVE.COM, PASAR MINGGU - Jaksa penuntut umum (JPU) minta Majelis Hakim menolak eksepsi atau nota keberatan atas terdakwa Ferdy Sambo dalam perkara dugaan pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

"Menolak seluruh dalil eksepsi atau nota keberatan dari Penasihat Hukum terdakwa Ferdy Sambo," ujar jaksa bernama Ahmad Aron Muhtaram, dalam agenda pembacaan tanggapan atas eksepsi dakwaan di ruang sidang utama Prof Oemar Seno Adji, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (20/10/2022).

Atas hal tersebut, JPU meminta majelis hakim menerima seluruh dakwaan.

Baca juga: Majelis Hakim akan Putuskan Nasib Putri Candrawathi Lewat Putusan Sela Rabu Pekan Depan

Agar selanjutnya perkara dapat dilanjutkan ke tahap pembuktian proses pemeriksaan saksi-saksi dalam sidang.

"Menyatakan pemeriksaan terdakwa Ferdy Sambo, tetap dilanjutkan berdasarkan surat dakwaan," kata jaksa.

Sebelumnya, Ferdy Sambo memasuki ruang sidang sekira pukul 10.22 WIB.

Sambo tampak mengenakan kemeja batik berwarna cokelat dan masker berwarna hitam.

Baca juga: Mantan Kabais TNI: Ferdy Sambo Keterlaluan, Tuhan Pun Dia Bohongi

Sebelum memasuki ruang sidang, ia melepaskan rompi tahanan berwarna merah.

Terlihat Sambo juga menggengam buku berkelir hitam yang turut sempat dibawanya pada Senin (17/10/2022) lalu.

Beberapa waktu berselang, ia keluar dari ruang sidang sekira pukul 10.58 WIB. 

Buku Hitam

Buku hitam yang kerap dibawa Ferdy Sambo, baik saat sidang kode etik, saat pelimpahan ke jaksa, dan saat sidang pidana di PN Jakarta Selatan, cukup menarik perhatian masyarakat.

Pengacara Ferdy Sambo menyebutkan buku hitam itu adalah catatan harian Ferdy Sambo dan sudah dipegang cukup lama.

Namun Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso memiliki pendapat lain soal buku hitam Ferdy Sambo tersebut.

"Di buku itu saya menduga ada tulisan gratifikasi. Penerimaan uang koordinasi. Jadi ada dugaan saya, dalam buku catatan tersebut, ada penerimaan uang koordinasi terkait pengusaha tambang," kata Sugeng dalam acara Satu Meja di Kompas TV, Rabu (19/10/2022) malam.
Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved