Senin, 1 Juni 2026

Berita Video

VIDEO Museum Taman Prasasti : TPU Modern Pertama di Dunia

Museum Taman Prasasti merupakan bangunan cagar budaya yang berkonsep terbuka (outdoor). tempat tersebut merupakan TPU modern pertama di dunia.

Tayang:
Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Fredderix Luttex

Ada yang terbuat dari marmer Carrara, batu alam, serta perunggu.

Sementara itu, dari prasasti tersebut ada yang hanya diletakkan di tanah, ada yang di pendopokan, dan ada yang dibuatkan patung atau monumen.

Baca juga: Rayakan Ulang Tahun Pertama, Astro Gandeng Museum of Toys dengan Menggelar 1nterstellar

"Jadi bentuknya bereda-beda. Karena biasanya orang Belanda kalau punya jabatan dan kekayaan tertentu, nisannya sesuai dengan kegiatan semasa hidupnya," jelas Yudi sambil menunjukkan makan Olivia de Rafles yang memiliki panjang 4-5 meter dan diberi kurungan.

Sementara itu, terdapat empat area yang bisa dikunjungi.

Pertama, pada area J. Area ini ditempati oleh nisan-nisan bermarmer yang menyerupai sebuah buku. Salah satu yang menjadi objeknya adalah makam milik H.F.Roll yang merupakan dokter terkemuka pada masa Hindia Belanda.

Ia merupakan pendiri dari School Tot Opleiding Ban Inlandsche Artsen atau STOVIA. Pendirian tersebut juga menjadi cikal bakal berdirinya Fakultas kedokteran di Universitas Indonesia.

Baca juga: Sandiaga Uno Dukung Wali Kota Tidore Kepulauan Bangun Museum Bawah Laut BMKT Pertama di Indonesia

Sementara itu, bergerak ke bagian kiri, terdapat dua buah peti mati yang dibungkus menggunakan mika transparan.

Usut punya usut, ternyata peti tersebut dulunya digunakan untuk membawa jenazah Ir. Soekarno dan juga Drs. Mohammad Hatta.

Kedua, area I. Pada area tersebut diisi oleh makam keluarga dari A.J.W Van Delden, yang merupakan seorang juru tulis di Indonesia Timur dan pernah menjabat sebagai ketua perdagangan VOC.

Ketiga, area G. Area ini menghadirkan replika tembok peringatan Pieter Erberveld yang dihukum mati karena memiliki rencana berontak dan melakukan makar di pemerintahan Hindia Belanda, dengan cara menggalang dukungan kaum pribumi.

Baca juga: VIDEO: Anak Kuli Bangunan Asal NTT Jadi Perwira TNI, Tak Punya Keluarga Tentara dan Uang

Terdapat juga sebuah patung Pastur Batavia yang disayangi karena memiliki jiwa kemanusiaaan yang tinggi. Ia adalah Herikus Van Der Grinten. Prasasti nisannya yang dibangun di atas tugu berwarna cokelat.

Terakhir, pada area H, terdapat nisan sederhana yang merupakan milik seorang arsitek Belanda, Marius J.Hulswit.

Di area ini pula, nisan milik Olivia Mariamne de Raffless berdiri. Olivia adalah istri dari Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffless yang juga merupakan pendiri Kebun Raya Bogor.

Selain itu, terdapat nisan milik Marisa, seorang pribumi yang dinikahi A.Schultheiss. Nisan merupakan pengingat, saat itu sebagian besar wanita pribumi hanya dijadikan sebagai simpanan.

Baca juga: Permohonan Pindah Rutan Ditolak, Putri Candrawathi Justru Diizinkan Dijenguk 2 Pekan Sekali

Selain makam, di Museum Prasasti ini, tersimpan beberapa kereta pengangkut peti, dan kereta kencana yang pernah ditumpangi beberapa tokoh besar, salah satunya Presiden Joko Widodo.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved