Pentingnya Asuransi Kesehatan di Tengah Cuaca Ekstrem
Di tengah ancaman penyakit di cuaca ekstrem, untuk menjaga kondisi finansial penting memiliki asuransi kesehatan yang tepat
Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Budi Sam Law Malau
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Semua orang ingin selalu sehat. Itu sebabnya, kesadaran mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat di tengah ancaman cuaca ekstrem semakin meningkat.
Sangat baik jika kita rutin berolahraga, cukup istirahat, dan memperbaiki pola makan agar imunitas tetap terjaga. Sayangnya, beberapa hal tidak bisa kita ubah, seperti cuaca ekstrem dan paparan polusi serta virus dari orang sekitar. Akibatnya, gangguan kesehatan tetap rentan terjadi.
Jika semua penyakit dengan mudah atau cepat disembuhkan tentu kita tidak perlu khawatir dengan ancaman cuaca ekstrem dan polusi.
Sayangnya, banyak penyakit yang bisa menular dan sebagian cepat berkembang. Saat penyakit berkembang lebih serius, tentu pasien perlu mendapat penanganan lebih serius.
Masalahnya, biaya pengobatan untuk beberapa penyakit bahkan jika divonis sudah masuk kategori penyakit kritis akan membutuhkan biaya pengobatan yang tinggi dan nilainya tidak dapat diprediksi saat awal pengobatan. Alternatif yang dapat dimanfaatkan adalah menggunakan BPJS kesehatan.
Fasilitas BPJS kesehatan telah memberikan kemudahan bagi masyarakat terutama untuk sejumlah penyakit kritis.
Baca juga: JKN-KIS Menjadi Asuransi Kesehatan Andalan Mega dan Keluarga
Tetapi, sebetulnya telah membuat biaya pelayanan kesehatan terus bertambah. Itu sebabnya pemerintah mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan dini agar lebih cepat penanganannya sehingga dapat mencegah kenaikan biaya pelayanan kesehatan.
Di sisi lain tidak semua penyakit dapat menjadi tanggungan BPJS kesehatan dan untuk mendapatkan pengobatan, pasien harus memenuhi rujukan medis berjenjang.
Head of Digital Channel Sequis, Antonius Tan mengatakan solusi terbaik adalah tidak hanya mengandalkan BPJS kesehatan semata tapi memiliki jaring pengaman finansial.
Baca juga: Cuaca Ekstrem, Rudy Susmanto Ketua DPRD Kabupaten Bogor Minta BPBD Perbanyak Relawan Desa Tangguh
Yakni asuransi kesehatan tambahan agar saat memerlukan rawat inap dan rawat jalan, sebelum dan sesudah rawat inap bisa segera mendapatkan pengobatan.
“Asuransi kesehatan sangat besar manfaatnya untuk membantu pasien agar segera mendapatkan pengobatan dan menjaga keberlangsungan finansial keluarga," kata Antonius.
Sayangnya, menurut Antonius, besarnya manfaat yang bisa didapatkan dari asuransi belum sejalan dengan kesadaran memiliki asuransi kesehatan.
Baca juga: Sequis Perluas Jaringan Bisnis dan Dorong Penetrasi Asuransi
"Untuk mendorong minat dan kesadaran memiliki asuransi kesehatan ini, Sequis menyediakan kanal asuransi online, yaitu Super You by Sequis Online agar masyarakat dapat membeli asuransi kesehatan yang memiliki manfaat yang mumpuni dengan mudah," ujarnya.
Hal ini, kata dia, dimaksudkan untuk mendorong semakin banyak masyarakat berasuransi.
"Kanal asuransi online memberikan kemudahan sehingga dapat menjangkau semua lapisan masyarakat dari sisi ekonomi, usia hingga geografis,” tutur Anton.
Baca juga: Tips Raih Kemerdekaan Finansial bagi Milenial dari Sequis
Hingga saat ini, kata Anton penetrasi asuransi jiwa terhadap jumlah populasi penduduk Indonesia masih rendah. Yaitu baru mencapai angka 8 persen (Sumber: AAJI 6 September 2022).
“Menjadi harapan kita bersama agar industri asuransi dapat berkontribusi meningkatkan perekonomian domestik," katanya.
Menrut Anton kesadaran masyarakat untuk melengkapi keluarganya dengan asuransi jiwa dan asuransi kesehatan akan membantu menjaga kesejahteraan keluarga dan mendorong kontribusi aset industri terhadap PDB demi menjadikan Indonesia sebagai negara maju.
Baca juga: Peringatan Cuaca Ekstrem Jakarta Selama 2 Pekan, BMKG Kasih Tips untuk Pencegahan Bencana
"Untuk itu, kami menghadirkan sejumlah asuransi kesehatan, jiwa,dan kecelakaan yang dapat dibeli secara cepat, mudah, dan premi terjangkau melalui kanal online,” papar Antonius.
Salah satu produk asuransi kesehatan yang disediakan oleh Sequis, kata Antonius adalah melalui kanal asuransi online Super You by Sequis Online yaitu Super Easy Health Protection.
Premi yang ditawarkan mulai dari Rp135 ribu dengan manfaat perlindungan kesehatan menyeluruh untuk perawatan medis mulai dari rawat inap serta rawat jalan sebelum dan sesudah rawat inap.
Manfaat yang diberikan pun, menurut Antonius cukup mumpuni. "Yakni manfaat rawat jalan untuk kemoterapi, radioterapi, fisioterapi, terapi okupasi, hemodialisa, dan biaya rawat jalan darurat (termasuk perawatan gigi) akibat kecelakaan dengan pertanggungan hingga Rp1 miliar," bebernya.
Sistem klaimnya, tambah dia juga dilengkapi dengan fasilitas cashless sehingga nasabah bisa mendapatkan manfaat rawat inap di Indonesia yang biaya perawatannya akan ditanggung oleh Sequis sesuai tagihan (as charged).
Waspada Penyakit di Cuaca Ekstrem
Musim hujan tahun ini diprediksi oleh BMKG maju lebih awal dibanding normalnya, yakni pada September 2022.
Curah hujan yang tinggi dan turun hampir setiap hari dengan durasi bisa lebih dari sekali dalam sehari telah menyebabkan meluapnya kali dan sungai sehingga beberapa titik pemukiman dan ruas jalan menjadi tergenang dan banjir.
Dampaknya, banyak yang mengalami kerugian finansial akibat rusaknya kendaraan, bangunan, dan ada potensi ancaman penyakit.
Saat musim hujan terjadi perubahan cuaca yang cukup ekstrem dan menyebabkan suhu udara relatif lebih dingin.
Baca juga: Peringatan BMKG Cuaca Ekstrem di Jakarta dan Sekitarnya 10 Oktober Hujan Lebat hingga Banjir
Medical Underwriter Sequis dr Debora Aloina Ita Tarigan mengatakan bahwa tubuh manusia sangat sensitif pada perubahan suhu sehingga tubuh akan berusaha keras menyesuaikan dengan temperatur. Hal ini dapat memengaruhi daya tahan tubuh.
Itu sebabnya, saat musim pancaroba seringkali orang menjadi sakit karena imunitasnya terganggu.
“Beberapa penyakit yang rentan menyerang saat musim hujan adalah Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), yakni batuk, pilek, influenza, dan bronkitis, ada juga penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dari nyamuk Aedes Aegypti, yakni penyakit Zika (Zika disease), Demam Berdarah Dengue (DBD), dan demam Chikungunya," kata dia.
Selain itu, tambah Debora, gangguan penyakit pada musim hujan dapat juga disebabkan oleh patogen (bakteri, parasit, jamur).
"Terutama menyerang daerah yang terdapat banyak sampah dan terkena banjir. Jika sampah mengontaminasi bahan makanan, makanan siap saji, atau air maka ketika dikonsumsi dapat menghancurkan sel-sel tertentu pada tubuh dan menyebabkan penyakit demam tifoid, kolera, dan disentri juga hepatitis,” papar Debora.
Penyakit lainnya yang patut diwaspadai saat musim hujan, menurut Debora adalah ancaman penyakit paru-paru basah.
Baca juga: Mengerikan, Kota Bogor Digoyang Cuaca Ekstrem, 37 Titik Mengalami Bencana
"Jika udara terlalu dingin, ruangan kurang mendapatkan cahaya matahari, dan sirkulasi/pertukaran udara kurang maka ruangan dapat menjadi lembab. Tempat yang lembab dapat meningkatkan perkembangbiakan virus, bakteri, jamur, dan tungau," kata dia.
Apalagi, tambah Debora jika ruangan kotor, banyak debu, dan sering digunakan untuk merokok. Alhasil, mereka yang rutin menggunakan ruangan tersebut mudah terkena penyakit paru-paru basah.
“Mengetahui apakah seseorang terkena penyakit paru-paru basah, dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis paru," katanya.
Nanti, jelas Debora, dokter akan melakukan wawancara medis, melakukan pemeriksaan fisik, dan jika diperlukan akan dilakukan pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan dahak, darah, x-ray paru, atau CT (Computer Tomography).
"Pemeriksaan ini untuk mendeteksi beberapa masalah paru. Jika ditemukan cairan menumpuk, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah terjadi peradangan sel kanker atau infeksi melalui USG dada Ultrasound,” kata Debora.
Pada beberapa kondisi paru-paru basah, menurut Debora, kemungkinan tidak berat dan bisa sembuh dengan cepat.
"Sebaliknya, jika sudah terinfeksi paru-paru basah tapi dibiarkan atau tidak disembuhkan secara medis maka penyakit dapat berkembang lebih berat dan serius," katanya.
Pasien kata dia, akan kerap membutuhkan bantuan ventilator pada perawatan Intensive Care Unit (ICU).
Baca juga: Cuaca Ekstrem Masih Melanda Wilayah Kota Bekasi, Warga Bantaran Kali Bekasi Diimbau Waspada Banjir
"Pemasangan alat bantu pernapasan dilakukan karena salah satu gejala paru-paru basah adalah kesulitan bernapas atau sesak napas. Pada beberapa orang kondisi tersebut bisa membahayakan jiwa," ujarnya.
Debora menjelaskan jika mengalami gejala batuk kering dan demam, sulit bernafas saat berbaring, dan terasa nyeri di dada hingga terasa sesak nafas dalam jangka waktu yang panjang atau berulang, jangan sampai diabaikan, menebak-nebak, atau berusaha menyembuhkan sendiri.
"Semakin cepat dikenali maka semakin cepat ditangani dokter dan mengurangi risiko penyakit semakin parah,” kata Debora.
Debora menyarankan agar rumah tangga Indonesia memperhatikan kebersihan dalam rumah dan memastikan kamar tidur memiliki ventilasi udara yang baik.
Ia menghimbau agar warga senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air bersih serta menggunakan masker di lingkungan berpolusi atau bila dekat dengan orang yang tampak sedang flu dan batuk.
"Ada baiknya juga jika anggota keluarga dibentengi dengan vaksin influenza dan vaksin pneumonia (vaksin PCV) karena virus ini bekerja dengan cara menginfeksi saluran pernapasan bagian atas dan menyebabkan pneumonia," ujarnya.(bum)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Head-of-Digital-Channel-Sequis-Antonius-Tan-mengatakan.jpg)