Keuangan
Tips Raih Kemerdekaan Finansial bagi Milenial dari Sequis
Edwin Limanta mengatakan bahwa merdeka finansial bukan berarti memiliki banyak harta dan aset melainkan mampu memenuhi kebutuhan hidup layak dan bebas
Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Budi Sam Law Malau
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Mereka yang mampu mengelola keuangan dengan baik akan berpotensi meraih kemerdekaan finansial. Meski kemerdekaan finansial bagi setiap individu dapat berbeda.
Tetapi, jika kita dapat memenuhi kebutuhan hidup saat ini, tidak terjajah oleh rasa takut menghadapi hari-hari yang tidak pasti, dan mampu meraih impian masa depan, seperti biaya pendidikan anak, dana persiapan pensiun, serta memiliki asuransi untuk memitigasi risiko maka itulah definisi kemerdekaan finansial secara umum yang diimpikan banyak orang.
Sayangnya, tidak semua orang bisa mencapainya.
Baca juga: Tingkatkan Literasi Finansial Generasi Muda, PermataBank National Business Case Competition Digelar
Co-Founder MiPOWER by Sequis and Registered Financial Planner Edwin Limanta mengatakan bahwa merdeka finansial bukan berarti memiliki banyak harta dan aset melainkan mampu memenuhi kebutuhan hidup yang layak dan bebas dari utang.
Meski kondisi finansial setiap orang berbeda dan sebagian belum merdeka sepenuhnya tapi Edwin menyarankan agar milenial Indonesia segera mulai menata finansial dari sekarang demi mengamankan masa depan.
“Sebagaimana kemerdekaan bangsa diraih dengan usaha dan perjuangan maka merdeka finansial juga memerlukan komitmen dan disiplin dalam mengatur pendapatan dan pengeluaran serta mengamankan masa depan dengan cara menabung, berasuransi, dan berinvestasi,” sebut Edwin.
Baca juga: Pentingnya Perempuan Mandiri Secara Finansial, Berikut Lima Caranya
Ia memberikan tips bagi milenial untuk mencapai kemerdekaan finansial. Yakni:
Disiplin Melaksanakan Manajemen Anggaran
Seberapapun penghasilan, jika pengeluaran tidak dianggarkan dengan baik maka tidak akan cukup dan akan habis.
Untuk itu, buatlah rencana anggaran setiap bulan untuk pengeluaran, dana darurat, dan persiapan masa depan, yakni tabungan, investasi serta asuransi. Jika penghasilan diperoleh dalam jumlah tetap dan pada periode yang sama setiap bulan maka buatlah rencana anggaran jangka panjang.
Agar dapat disiplin melaksanakan manajemen anggaran sebaiknya bedakan dulu antara kebutuhan dan keinginan agar kondisi keuangan tetap stabil.
Posisikan kebutuhan sebagai skala prioritas dalam pos pengeluaran untuk mencegah kita mengeluarkan uang untuk pengeluaran yang kurang bermanfaat.
Kebutuhan sehari-hari merupakan pengeluaran rutin dan harus dipenuhi sedangkan keinginan adalah hal subjektif yang berkaitan dengan selera dan pemenuhannya masih dapat ditunda di lain waktu.
“Ada banyak manfaat melakukan manajemen anggaran, yakni menjaga arus kas, mengamankan aset masa depan, melatih membatasi dari keinginan berutang, membantu mengevaluasi kondisi keuangan sehingga kita dapat mengetahui apakah pemasukan sudah seimbang dengan pengeluaran atau masih perlu penyesuaian. Melakukan manajemen anggaran juga dapat menjadi penyemangat bagi milenial yang giat memaksimalkan kenaikan aset,” sebut Edwin.
Batasi Utang Konsumtif
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Tips-Raih-kemerdekaan-finansial-bagi-Milenial-dari-Sequis.jpg)