Pentingnya Asuransi Kesehatan di Tengah Cuaca Ekstrem
Di tengah ancaman penyakit di cuaca ekstrem, untuk menjaga kondisi finansial penting memiliki asuransi kesehatan yang tepat
Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Budi Sam Law Malau
“Beberapa penyakit yang rentan menyerang saat musim hujan adalah Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), yakni batuk, pilek, influenza, dan bronkitis, ada juga penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dari nyamuk Aedes Aegypti, yakni penyakit Zika (Zika disease), Demam Berdarah Dengue (DBD), dan demam Chikungunya," kata dia.
Selain itu, tambah Debora, gangguan penyakit pada musim hujan dapat juga disebabkan oleh patogen (bakteri, parasit, jamur).
"Terutama menyerang daerah yang terdapat banyak sampah dan terkena banjir. Jika sampah mengontaminasi bahan makanan, makanan siap saji, atau air maka ketika dikonsumsi dapat menghancurkan sel-sel tertentu pada tubuh dan menyebabkan penyakit demam tifoid, kolera, dan disentri juga hepatitis,” papar Debora.
Penyakit lainnya yang patut diwaspadai saat musim hujan, menurut Debora adalah ancaman penyakit paru-paru basah.
Baca juga: Mengerikan, Kota Bogor Digoyang Cuaca Ekstrem, 37 Titik Mengalami Bencana
"Jika udara terlalu dingin, ruangan kurang mendapatkan cahaya matahari, dan sirkulasi/pertukaran udara kurang maka ruangan dapat menjadi lembab. Tempat yang lembab dapat meningkatkan perkembangbiakan virus, bakteri, jamur, dan tungau," kata dia.
Apalagi, tambah Debora jika ruangan kotor, banyak debu, dan sering digunakan untuk merokok. Alhasil, mereka yang rutin menggunakan ruangan tersebut mudah terkena penyakit paru-paru basah.
“Mengetahui apakah seseorang terkena penyakit paru-paru basah, dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis paru," katanya.
Nanti, jelas Debora, dokter akan melakukan wawancara medis, melakukan pemeriksaan fisik, dan jika diperlukan akan dilakukan pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan dahak, darah, x-ray paru, atau CT (Computer Tomography).
"Pemeriksaan ini untuk mendeteksi beberapa masalah paru. Jika ditemukan cairan menumpuk, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah terjadi peradangan sel kanker atau infeksi melalui USG dada Ultrasound,” kata Debora.
Pada beberapa kondisi paru-paru basah, menurut Debora, kemungkinan tidak berat dan bisa sembuh dengan cepat.
"Sebaliknya, jika sudah terinfeksi paru-paru basah tapi dibiarkan atau tidak disembuhkan secara medis maka penyakit dapat berkembang lebih berat dan serius," katanya.
Pasien kata dia, akan kerap membutuhkan bantuan ventilator pada perawatan Intensive Care Unit (ICU).
Baca juga: Cuaca Ekstrem Masih Melanda Wilayah Kota Bekasi, Warga Bantaran Kali Bekasi Diimbau Waspada Banjir
"Pemasangan alat bantu pernapasan dilakukan karena salah satu gejala paru-paru basah adalah kesulitan bernapas atau sesak napas. Pada beberapa orang kondisi tersebut bisa membahayakan jiwa," ujarnya.
Debora menjelaskan jika mengalami gejala batuk kering dan demam, sulit bernafas saat berbaring, dan terasa nyeri di dada hingga terasa sesak nafas dalam jangka waktu yang panjang atau berulang, jangan sampai diabaikan, menebak-nebak, atau berusaha menyembuhkan sendiri.
"Semakin cepat dikenali maka semakin cepat ditangani dokter dan mengurangi risiko penyakit semakin parah,” kata Debora.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Head-of-Digital-Channel-Sequis-Antonius-Tan-mengatakan.jpg)