Jumat, 17 April 2026

Jangan Asal Pakai Diffuser, Waspada Bahayanya untuk Kesehatan

dr Debora Aloina Ita Tarigan mengatakan belum ada penelitian yang dapat membuktikan bahwa diffuser dapat menjadi tata laksana pencegahan covid-19. 

Istimewa
Penggunaan diffuser juga belum terbukti aman untuk digunakan sebagai metode penguapan cairan antiseptik guna mensterilisasi udara. Justru penggunaan yang tidak tepat dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi kesehatan. Risiko kesehatan yang ditimbulkan dari penggunaan antiseptik pada diffuser juga tidak main-main, mulai dari iritasi pada mata hingga potensi kerusakan pada organ pernapasan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Sejak pandemi Covid-19 penggunaan diffuser menjadi tren karena dipercaya bermanfaat bagi kesehatan.

Diffuser merupakan alat yang digunakan untuk mengolah essential oil dicampur dengan air dan menghasilkan uap halus.

Uap yang dihasilkan dari diffuser ini akan menyebar ke ruangan untuk memberi efek menenangkan.

Baca juga: Karin Novilda Rayakan Ulang Tahun ke-24, Kenalkan Unit Bisnis Produk Pewangi Reed Diffuser Scentra

Banyak yang percaya uap yang dihasilkan diffuser dapat membantu mensterilkan udara luas, menciptakan suasana tenang, dan dapat menenangkan pikiran serta mengurangi stres.

Beberapa waktu lalu sempat viral di media sosial TikTok postingan dari salah satu selebgram yang membuat campuran diffuser dengan cairan antiseptik dan diklaimnya bahwa hal tersebut bisa menjadi pencegah virus covid-19. 

Namun, Medical Underwriter Sequis dr Debora Aloina Ita Tarigan mengatakan sampai saat ini belum ada penelitian yang dapat membuktikan bahwa diffuser dapat menjadi tata laksana pencegahan covid-19. 

Baca juga: Deddy Corbuzier dan Sabrina Chairunnisa Menikah, Mengapa Beri Sovenir Reed Diffuser untuk Para Tamu?

Penggunaan diffuser katanya juga belum terbukti aman untuk digunakan sebagai metode penguapan cairan antiseptik guna mensterilisasi udara.

Justru penggunaan yang tidak tepat menurut Debora dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi kesehatan.

Risiko kesehatan yang ditimbulkan dari penggunaan antiseptik pada diffuser, kata dia juga tidak main-main.

Mulai dari iritasi pada mata hingga potensi kerusakan pada organ pernapasan.

“Mencampur cairan yang mengandung antiseptik melalui diffuser tidak disarankan. Cairan antiseptik memiliki sejumlah kandungan yang membahayakan. Apabila terkena kulit manusia bisa menyebabkan hipersensitif karena cairan mengandung chloroxylenol," katanya.

"Hipersensitif dapat menyebabkan perubahan warna kulit, ruam, iritasi, dan kulit terbakar. Apalagi, jika sampai tertelan, dapat menyebabkan erosi faring (penipisan atau pengikisan jaringan tenggorokan), edema laring (penyempitan saluran pernapasan), gangguan pernapasan akut hingga dapat terjadi henti jantung," tambah Debora.

Sedangkan penggunaan minyak esensial pada diffuser menurut Debora masih relatif aman untuk saluran pernapasan.

Baca juga: Bagaimana Mengelola THR Agar Tidak Pamit Begitu Saja? Ini Tips dari MiPOWER by Sequis

Namun, Debora mengingatkan bagi penderita gangguan pernafasan, seperti yang memiliki riwayat asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan gangguan kronis lainnya, sebaiknya perlu lebih waspada atau menghindari penggunaan diffuser karena uap dari diffuser berpotensi menyebabkan iritasi di saluran pernapasan.

Debora menganjurkan agar masyarakat jangan latah meniru dan menyebarkan percobaan tren do it yourself diffuser atau konten kesehatan lainnya yang belum tervalidasi kebenarannya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved