Hepatitis Akut

Kasus Probable Hepatitis Akut Tambah Jadi 38 Orang, Paling Banyak di Jakarta

DKI Jakarta menyumbang kenaikan kasus probable terbanyak dengan 13 kasus.

Editor: Yaspen Martinus
hepmag.com
Kasus probable Hepatitis Akut yang belum diketahui penyebabnya, bertambah tiga per 29 September 2022 pukul 16.00 WIB. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Kasus probable Hepatitis Akut yang belum diketahui penyebabnya, bertambah tiga per 29 September 2022 pukul 16.00 WIB.

Sehingga, kini totalnya menjadi 38 orang. Sementara, kasus pending bertambah 5, jadi total 12 orang, dan kasus discarded tetap di 49 kasus.

Dengan demikian, total kasus Hepatitis Akut di Indonesia menjadi 99 kasus.

"Akumulasi kasus tersebar di 22 provinsi. Sementara 12 provinsi lainnya belum melaporkan adanya temuan kasus Hepatitis Akut," kata Juru Bicara Covid-19 dr Mohammad Syahril, SpP, MPH, Jumat (30/9/2022), dikutip dari laman kemkes.go.id.

DKI Jakarta menyumbang kenaikan kasus probable terbanyak dengan 13 kasus, disusul Yogyakarta dan Sumatera Utara dengan 3 kasus, selanjutnya ada Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Bali, Sulawesi Utara, dan Sumatera Barat dengan 2 kasus.

Terkait kondisi pasien, dr Syahril merinci dari 50 kasus yang terkonfirmasi, 17 pasien dinyatakan meninggal, 5 pasien tengah menjalani rawat inap, 24 pasien telah dinyatakan sembuh dan telah pulang, kemudian 4 pasien saat ini menjalani rawat jalan.

Baca juga: Putri Candrawathi Ditahan, Kuasa Hukum Keluarga Brigadir Yosua Bersyukur Polisi Tunjukkan Supremasi

Mengingat masih adanya potensi penularan Hepatitis Akut di masyarakat, dr Syahril kembali mengingatkan kedisiplinan dan kepatuhan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan.

Seperti, menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak fisik dengan orang lain, mutlak harus dilaksanakan agar terhindar dari penularan Hepatitis Akut.

"Cara inilah yang bisa kita pakai untuk memutus rantai penularan, kita menjadi subyek dan obyek perubahan perilaku yang lebih sehat."

"Kita harus produktif, tapi mempersyaratkan harus aman dari penularan penyakit menular termasuk Hepatitis Akut," beber dr Syahril. (*)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved