Uji Calon Komisioner, Komisi III DPR Nilai Produk Komnas HAM Tidak Jelas dan Cuma Cari Panggung

Arsul mengatakan, komunikasi publik Komnas HAM saat ini sering kali di luar tupoksinya.

Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Muhamad Fajar Riyandanu
Anggota Komisi III DPR Fraksi PPP Arsul Sani mengkritik komunikasi publik Komnas HAM yang buruk, dan terkesan menjalankan hal-hal di luar tugas pokok dan fungsi (tupoksi)-nya. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Fraksi PPP Arsul Sani mengkritik komunikasi publik Komnas HAM yang buruk, dan terkesan menjalankan hal-hal di luar tugas pokok dan fungsi (tupoksi)-nya.

Hal itu disampaikan Arsul saat Komisi III DPR menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Komisioner Komnas HAM periode 2022-2027 Abdul Haris Semendawai, di ruang rapat Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (30/9/2022).

Arsul mengatakan, komunikasi publik Komnas HAM saat ini sering kali di luar tupoksinya.

Dia mencontohkan pelibatan Komnas HAM dalam penyelidikan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Arsul terganggu dengan komunikasi Komnas HAM dalam pengungkapan kasus tersebut, hingga menyebut Ferdy Sambo diduga psikopat.

"Komunikasi publik yang disampaikan oleh Ketua atau komisioner Komnas HAM, misalkan Saudara (Abdul Haris Semendawai), Komnas HAM mengatakan bahwa tersangka Irjen Pol Ferdy Sambo itu diduga psikopat."

Baca juga: Pesan Kamaruddin kepada Febri dan Rasamala: Bimbinglah Ferdy Sambo dan Putri ke Jalan yang Benar

"Pertanyaan saya adalah dalam perspektif Saudara, apakah tepat Komans HAM masuk ke ranah-ranah seperti itu, menyampaikan pendapat kepada publik, hal-hal yang seperti itu?"

"Apakah itu bagian, katakanlah menurut Saudara tupoksi atau kewenangan Komnas HAM?" Tutur Arsul.

Kritik lain juga dilontarkan Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J Mahesa.

Baca juga: Ferdy Sambo Cs Segera Disidang, Ibunda Brigadir Yosua: Pasal 340 Harus Dijalankan dengan Baik

Desmond menilai Komnas HAM periode sekarang tidak memiliki produk yang jelas. Bahkan, terkesan hanya mencari panggung di urusan-urusan yang bukan menjadi kewenangannya.

"Catatan-catatan inilah yang hari ini kalau bicara Komnas HAM, maju kena, mundur kena."

"Sesungguhnya tidak ada produk yang jelas selain kalau hari ini kita melihat pannggung, yang bukan urusannya menjadi panggung Komnas HAM," bebernya.

Baca juga: Bawaslu Tak Lanjutkan Laporan Penyebaran Tabloid Anies Baswedan, Ini Alasannya

Sementara, anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Gerindra Habiburokman, mengusulkan hari ini bisa diambil keputusan terkait calon anggota Komnas HAM.

"Saya akan mengusulkan hari ini juga segera diputus, karena pembentukan pansel dan proses seleksi sebanrnya sudah terlambat," kata Habiburokman kepada wartawan, Jumat.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved