Ketua IPW Dilarang Masuk DPR Lewat Gerbang Depan, Wakil Ketua MKD: Pamdal Saya Tegur Keras

Sugeng tidak diizinkan masuk oleh petugas pengamanan dalam (Pamdal) DPR, karena bukan anggota dewan.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews/Fersianus Waku
Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Habiburrokhman meminta maaf kepada Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso, yang dilarang masuk Gedung DPR lewat gerbang depan. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Habiburrokhman meminta maaf kepada Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso, yang dilarang masuk Gedung DPR lewat gerbang depan.

"Kami enggak di konfirmasi. Makanya Pamdal yang bertugas saya panggil dan saya tegur keras."

"Kita minta maaf, kami meminta maaf kepada Bapak Sugeng Teguh Santoso atas insiden dan ketidaknyamanan hari ini," ungkap Habiburokhman di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senin (26/9/2022).

Baca juga: Boyamin Ungkap Gubernur Papua Lukas Enembe Kerap Berjudi di Singapura, Malaysia, dan Filipina

Sugeng dihalangi saat ingin memenuhi undangan MKD untuk mengonfirmasi penggunaan pesawat private jet oleh bekas Karopaminal Polri Brigjen Hendra Kurniawan.

Sugeng tidak diizinkan masuk oleh petugas pengamanan dalam (Pamdal) DPR, karena bukan anggota dewan.

Menyikapi hal itu, Sugeng memilih langsung meninggalkan Gedung DPR dan urung hadir memenuhi undangan MKD.

Baca juga: Bilang Bisa Setop Kasus Lukas Enembe, ICW Nilai KPK Terlalu Berlebihan dan Diskriminatif

Padahal menurut Habiburrokhman, Sugeng telah menerima surat resmi dari MKD untuk datang.

"Undangan resmi kami berikan, tetapi ada insiden Pak Sugeng sudah baik-baik datang lewat gerbang depan, kok enggak boleh masuk oleh pamdal?"

"Macam-macam alasannya, katanya harus lewat belakang, kami juga enggak tahu," papar Habiburrokhman.

Baca juga: Hakim Agung Sudrajat Dimyati Jadi Tersangka, Jokowi Nilai Reformasi Hukum Urgen Dilakukan

Atas hal itu, Habiburokhman menyatakan akan melakukan koordinasi lebih jauh dengan Sekretariat Jenderal DPR yang bertanggungjawab pada tupoksi Pamdal.

Sebab menurut politisi Partai Gerindra itu, mekanisme penjagaan saat masuk ke Gedung DPR dinilai sulit, padahal kata dia, Gedung DPR merupakan rumah rakyat yang bisa diakses oleh siapapun.

"Saya juga akan panggil Sekjen DPR dalam waktu dekat ini, terkait prosedur masuknya tamu DPR ini."

Baca juga: Ziarah ke Makam Taufiq Kiemas dan Dapat Kue Ultah dari Puan, Cak Imin Berdoa Minimal Jadi Wapres

"Kan DPR rumah rakyat, jangan dipersulit orang yang mau datang ke sini, apalagi orang yang mau membantu kerja-kerja DPR," paparnya.

Kendati begitu, Habiburokhman belum dapat memastikan kapan akan memanggil Sekjen DPR Indra Iskandar, sebab saat ini pihaknya masih akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Pimpinan DPR RI.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved