Berita Video

VIDEO Remaja Perempuan Disekap dan Dijadikan PSK

Remaja perempuan berinisial NAT (15), korban penyekapan hingga dijadikan pekerja seks komersial (PSK) di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Barat.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Fredderix Luttex

Adapun pihak yang terlapor adalah wanita berinisial EMT. Terlapor diduga sebagai muncikari.

Baca juga: Masuki Usia 30 Tahun, Kemolekan Amel Alvi Bikin Hotman Paris Melongo,Dulu Sempat Terseret Prostitusi

"Pelapor sebagai ayah kandung menerangkan bahwa korban bercerita telah dijual oleh terlapor di daerah Jakarta Barat," kata Zulpan.

Saat itu, korban dipaksa menjadi pekerja seks komersial (PSK) oleh pelaku sejak Januari 2021.

Menurut pihak pelapor, korban ditawari bekerja sebagai PSK dengan iming-iming uang senilai Rp500 ribu.

"Korban diminta melayani laki laki dan diberi upah senilai Rp300 ribu sampai dengan Rp500 ribu," sambung Zulpan.

Baca juga: Usut Prostitusi Bercinta Dengan 2 Wanita Sekaligus atau Threesome, Disparekraf DKI Sambangi Mr Braid

Lebih lanjut, Zulpan menuturkan penyelidikan kasus itu masih berproses.

Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) guna memberikan perlindungan kepada korban yang masih di bawah umur tersebut.

"Kita koordinasi dengan P2TP2A untuk perlindungan korban," ucap Zulpan.

Sebelumnya, nasib pilu menimpa seorang remaja perempuan berinisial NAT (15).

Baca juga: Bos Mr Braid Akui Promosi Prostitusi di Medsos, Polisi dan Pemprov DKI Belum Kenakan Sanksi

Korban disekap oleh seorang wanita berinisial EMT (40) di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Barat.

Tak hanya itu, NAT juga dieksploitasi dan dijadikan mesin penghasil uang sebagai pekerja seks komersial (PSK) selama kurun waktu 1,5 tahun.

Korban bahkan mesti menghasilkan uang minimal Rp1 juta per hari.

Awalnya, korban diajak oleh temannya pergi ke sebuah apartemen di kawasan tersebut pada Januari 2021.

Baca juga: Remaja Disekap 1,5 Tahun di Apartemen Jakarta Barat, Dipaksa Layani Pria Hidung Belang

"Jadi anak ini tidak tahu tentang adanya eksploitasi ini, karena awal ceritanya dia diajak oleh temannya ke suatu tempat," kata pengacara korban (NAT) Muhammad Zakir Rasyidin, di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (15/9/2022).

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved