Peretasan Data

Bjorka Singgung Kasus Pembunuhan Munir Thalib dan Misteri Hilangnya Data Investigasi TPF

Kasus kematian aktivis HAM Munir Thalib kembali mencuat usai hacker Bjorka menyinggung nama terdakwa kasus pembunuhan tersebut Muchdi Purwopranjono.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany

Pada 28 April 2016, KontraS bersama istri Munir, Suciwati, mendaftarkan permohonan sengketa informasi ke KIP, mendesak Kementerian Sekretariat Negara mengumumkan Laporan TPF Kasus Munir.

Kontras berharap KIP bisa memecahkan kebuntuan dalam penuntasan kasus Munir, sesuai Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Dalam sidang keenam pada 19 September 2016, Kepala Bidang Pengelola Informasi Publik Kemensetneg, Faisal Fahmi, menyangkal jika Kemensetneg menyimpan laporan hasil investigasi TPF Kasus Munir.

Kemensetneg, kata dia, hanya menerima laporan terkait administrasi, misalnya anggaran.

Sementara laporan terkait hasil investigasi TPF, lanjut Faisal, tidak disimpan Kemensetneg.

Setelah menjalani sejumlah persidangan, pada 10 Oktober 2016, KIP kemudian membuat putusan bahwa hasil investigasi dan alasan pemerintah tak juga membukanya ke publik merupakan informasi yang wajib diumumkan.

Namun, Kemensetneg mengaku tak memiliki dokumen tersebut.

Mendengar respon tersebut, SBY mengundang sejumlah pihak di eranya untuk memberikan keterangan.

Salah satunya mantan Sekretaris Negara Sudi Silalahi.

Sudi Silalahi mengaku sudah menyerahkan enam eksemplar salinan dokumen TPF Munir yang diserahkan kepada pemerintah,

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved