Penembakan

Tak Terima Didepak dari Kuasa Hukum Bharada E, Burhanuddin dan Deolipa Pertimbangkan Gugat Bareskrim

Setelah rapat, Burhanuddin dan tim akan menentukan sikap apakah menggugat Bharada E serta Bareskrim atau tidak.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Feryanto Hadi
wartakotalive.com, Rendy Rutama Putra,istimewa
Deolipa yang ditemani kuasa Hukum Bharada E lainnya, antara lain Muhammad Burhanuddin, mendatangi kantor LPSK dengan memenuhi syarat sesuai prosedur untuk keperluan permohonan perlindungan Bharada E pada Senin (8/8/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Mantan kuasa hukum Bharada E, Burhanuddin akan mengadakan rapat internal untuk membahas soal surat pencabutan kuasa yang diterima pada Kamis (11/8/2022) malam.

Setelah rapat, Burhanuddin dan tim akan menentukan sikap apakah menggugat Bharada E serta Bareskrim atau tidak.

"Kita lihat kalau memang diperlukan langkah-langkah hukum, ya kita apakah mau gugat pencabutannya," katanya kepada Wartakotalive.com Jumat (12/8/2022).

Ia pun yakin Kapolri sudah mengetahui masalah pencabutan kuasa pengacara Bharada E sejak kemarin.

Karena baru satu Minggu menjadi kuasa hukum ia bertemu dengan kliennya hanya sekali saja pada Jumat (5/8/2022) lalu.

"Iya sekali aja itu soalnya kan libur. Senin kita ke LPSK untuk ngajuin permohonannya, dikirain kan enggak ada lagi ininya, karena kan dia dijaga ketat di sana jadi tidak bisa juga tiap hari mau ketemu, itu harus ada pendampingan yang dibutuhkan," terangnya.

Baca juga: Deolipa Yumara Menduga Bharada E Dalam Tekanan, Sehingga Mencabut Surat Kuasa

Sebelum menerima surat pencabutan sebagai penasehat hukum Bharada E, Burhanuddin dan Deolipa sempat dipanggil untuk menghadap penyidik Bareskrim Polri pada Rabu (10/8/2022) lalu.

Ia datang malam hari ke Bareskrim dan diminta untuk segera mundur sebagai tim kuasa hukum Bharada E.

Tapi Burhanuddin menolak permintaan dari pihak kepolisian karena yang memberi kuasa adalah Bharada E, bukan Bareskrim Polri.

Namun dua hari setelah pertemuan itu, ia mendapat kabar Bharada E mengirim surat pencabutan kuasa penasehat hukum.

"Dua hari lalu kam datang malam hari sampai pukul 02.00 WIB, di sana kami di minta mundur," kata Burhanuddin kepada Wartakotalive.com Jumat (12/8/2022).

Baca juga: Bharada Eliezer Cabut Kuasa Deolipa Yumara dan Burhanuddin Sebagai Pengacara Sejak 10 Agustus 2022

Ia mengaku tidak tahu secara pasti alasan diminta mundur sebagai kuasa hukum Bharada E karena tak ada penjelasan.

Ia sempat marah kepada penyidik Bareskrim Polri karena ia sebagai pengacara bekerja atas nama Undang-undang.

"Kami bekerja di atas rel yang benar. Kami tidak bisa diintervensi," jelas Burhanuddin dengan nada kesal.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved