PBNU Diminta Bujuk Mardani Maming Penuhi Panggilan KPK, Masalah Tambah Rumit Jika Dijemput Paksa

Sirra menyebut alasan ketidakhadiran Maming karena sedang mengajukan gugatan praperadilan, tidak relevan.

Editor: Yaspen Martinus
Istimewa
Wakil Ketua Bidang Hukum Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta Sirra Prayuna, meminta PBNU mendorong Bendahara Umum Mardani Maming memenuhi penggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Wakil Ketua Bidang Hukum Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta Sirra Prayuna, meminta PBNU mendorong Bendahara Umum Mardani Maming memenuhi penggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebab, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebut Mardani Maming bisa dijemput paksa jika tak datang pada panggilan kedua.

“Mendorong PBNU mengingatkan Bendahara Umum PBNU memenuhi panggilan KPK,” kata Sirra saat dikonfirmasi, Jumat (22/7/2022).

Baca juga: Kuasa Hukum Minta Data Rekaman Detail Panggilan di Ponsel Brigadir Yosua Dibuka kepada Publik

Sirra menyebut alasan ketidakhadiran Maming karena sedang mengajukan gugatan praperadilan, tidak relevan. Sebab, upaya praperadilan merupakan forum uji syarat formil penetapan tersangka.

“Tidak ada korelasinya proses prapradilan berjalan dengan panggilan tersebut. Sesorang yang dipanggil harus hadir menghormati pemanggilan tersebut,” tuturnya.

Menurut Sirra, panggilan dari KPK bisa jadi kesempatan bagi Mardani Maming untuk menjelaskan secara detail dan komperhensif, duduk perkara yang dituduhkan padanya.

Baca juga: Dibilang Sekjen PDIP Elektoral Turun, Elite NasDem: Pemilu 2024 Tidak Berpatokan pada Hasil Survei

Jika berujung pada penjemputan paksa, maka persoalan yang menjerat Mardani Maming bisa bertambah rumit di kemudian hari.

“Saran saya Pak Mardani Maming harus hadir untuk memenuhi panggilan penyidik KPK."

"Jangan sampai dijemput paksa, yang akan menambah rumit masalahnya ke depan,” sarannya.

Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir Lagi

KPK membuka opsi menjemput paksa bekas Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming, jika mangkir lagi pada pemanggilan kedua.

"Sesuai dengan KUHAP, ya. Dua kali dipanggil tidak hadir, ya kita punya penyidik, punya kewenangan untuk menghadirkan yang bersangkutan secara paksa."

"Kita akan jemput yang bersangkutan, gitu," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (21/7/2022).

Baca juga: Gede Pasek Suardika: Anas Urbaningrum Minta Gabung Partai Kebangkitan Nusantara

KPK sebelumnya melayangkan surat panggilan kedua terhadap bekas Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming, Senin (18/7/2022).

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved