Kisah Rinto, Pria Asli Wonogiri Dirut Restoran Steak yang Dulunya Tukang Cuci Hotplate

"Sejak kecil saya tumbuh di lingkungan keluarga yang sederhana, sejak SD saya ditinggal kedua orang tuanya yang  mencari nafkah di Kota Solo,

Editor: Ahmad Sabran
HO
Direktur Utama PT Waroeng Steak Indonesia Riyanto 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Riyanto, pria asal Wonogiri, Jawa Tengah yang biasa disapa Rinto tidak pernah menyangka bisa menjadi direktur utama restoran steak dan memimpin ratusan cabang di Indonesia.

Bagi Rinto, jujur, amanah dan terus belajar, menjadi prinsip hidupnya. 

Rinto yang mengawali karirnya sebagai tukang cuci hotplate di Waroeng Steak & Shake, kini dipercaya menjadi Direktur Utama PT Waroeng Steak Indonesia.

"Sejak kecil saya tumbuh di lingkungan keluarga yang sederhana, sejak SD saya ditinggal kedua orang tuanya yang  mencari nafkah di Kota Solo, jadi saya bersama nenek belajar hidup mandiri," ujarnya.

Kondisi ekonomi keluarga  yang terbatas membuat Rinto tak ingin berpangku tangan. Dirinya pun ikut membantu pekerjaan tani  sang nenek.

Sambil menamatkan pendidikan SLTA, Rinto mencari uang saku tambahan dengan bekerja part time di warung bakso  kaki lima yang berada di pasar dekat sekolahnya.

"Saya juga pernah menjadi figuran sinetron Wiro Sableng  yang kebetulan syuting di daerah saya," kata dia.

Semua dia lakukan demi mendapat uang saku tambahan untuk membantu orangtuanya membayar uang sekolah.

Baca juga: Rezaldi Hehanussa Sebut Thomas Doll Sosok Pelatih yang Merangkul & Dekat dengan Semua Pemain Persija

Baca juga: HUT Bhayangkara 76, Kapolda Sebut Tugasnya bersama Pemprov DKI Tangani Covid19 Belum Selesai

Baca juga: Tanpa Sogokan, Anak Loper Koran di Pematangsiantar Lulus Bintara Polri

Pekerjaan sampingan yang dilakoninya sambil terus bersekolah tidak pernah diceritakan kepada orangtuanya.

"Prinsipnya, selama yang saya kerjakan halal dan tidak merugikan orang lain maka akan saya lakukan dengan semangat dan totalitas," tuturnya.

Rinto sadar betul bahwa orangtuanya tidak akan mampu untuk mengkuliahkan dirinya.

Padahal dirinya sangat ingin menjadi mahasiswa dan sarjana.

Dengan tekad untuk terus belajar mengembangkan potensi diri meski tidak lewat pendidikan formal, Rinto mulai rajin membaca buku–buku tentang kiat usaha dan kisah sukses pengusaha.

Semua buku yang dibaca menjadi motivasi hidupnya untuk bekerja. Rinto  punya mimpi bahwa suatu waktu nanti dirinya bisa sukses dengan bekerja. Apalagi di perusahaan yang ownernya mempunyai visi bisnis sukses  dunia akhirat.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved