Selasa, 12 Mei 2026

Virus Corona

Lebih dari 80 Persen Kasus Covid-19 di Indonesia Disebabkan Omicron BA.4 dan BA.5

Puncak varian BA.4 dan BA.5 umumnya terjadi dalam 30 sampai 40 hari sejak kasus ditemukan.

Tayang:
Twitter@KemenkesRI
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, Covid-19 Omicron subvarian BA.4 dan BA.5, mendominasi kasus positif di Indonesia. 

"Kalau memang benar-benar masyarakat kita siap, termasuk dengan sistemnya yang baik, kemungkinan besar puncaknya tidak akan tinggi."

Baca juga: Boyamin Saiman Ungkap Perbandingan Gaji Jaksa Agung dan Pimpinan KPK, Selisih Rp65 Juta

"Dan ditambah dengan adanya booster, tentu daya tahan imunitas masyarakat akan bertahan enam bulan lagi sampai Bulan Februari Maret tahun depan," ungkap Budi.

Kasus pertama BA.4 dan BA.5 di Indonesia teridentifikasi pada 9 Juni 2022.

Dilaporkan ada empat kasus, yang terdiri dari satu orang positif BA.4 dan tiga orang positif B4.5 di Bali.

Baca juga: Peluang Tiga Periode Sangat Kecil, Projo Usul Jabatan Jokowi Ditambah Jadi Dua Setengah Tahun

HIngga 13 Juni 2022, ada delapan kasus BA.4.dan BA.5 di Indonesia. Rinciannya, tiga kasus impor dan lima transmisi lokal.

"Tiga di antaranya adalah imported case kedatangan luar negeri dari Mauritius, Amerika, dan Brazil, sebagai delegasi pertemuan di Bali."

"Dan sisanya yang lima adalah kasus transmisi lokal di Jakarta (satu terdeteksi di Bali tapi yang bersangkutan adalah tenaga media yang datang dari Jakarta)."

"Jadi memang transmisi lokal ini sudah terjadi di Jakarta," terang Budi. (Taufik Ismail)

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved